Engineer S&T Kereta Api di Indonesia Diakui Perkeretaapian Dunia

Jakarta, 4 April 2013 – Assosiasi profesi S&T (Signal & Telecommunication) Kereta Api dunia, IRSE (Institution of Railway Signal Engineer), meresmikan berdirinya IRSE chapter Indonesia hari ini. Dengan berdirinya IRSE chapter Indonesia, engineer S&T akan mempunyai wadah profesi dan kedepannya dapat lebih fokus mengembangkan kompetensi S&T perkeretaapian pada konteks Indonesia dan diakui oleh komunitas profesi S&T dunia. Hadir President of IRSE , Francis How, MA, CEng, FIRSE guna melantik pengurus IRSE chapter Indonesia dengan susunan:

  • Chairman – Adi Sufiadi Yusuf
  • Vice Chairman – Ira Nevasa
  • Secretary – Toni Surakusumah
  • Treasurer – Yunanda Raharjanto
  • Event Manager – Warren Mathew

Periode Kepengurusan IRSE chapter Indonesia berlaku selama satu tahun efektif berlaku mulai 26 Maret 2013 hingga 25 Maret 2014. IRSE telah hadir di berbagai Negara antara lain Inggris, Amerika Utara, Belanda, Swiss, India, dan Australia. IRSE Indonesia adalah yang pertama di Asia Tenggara. Memulai jabatannya sebagai Chairman IRSE Indonesia, Adi Sufiadi Yusuf mengatakan, “Kehadiran IRSE chapter Indonesia memiliki arti penting dalam pengembangan kompetensi dan profesionalitas SDM Indonesia yang bergerak di bidang sinyal & telekomunikasi kereta api. Dengan IRSE chapter Indonesia maka sertifikasi profesi, materi pelatihan dan ujian profesi akan mencakup perkeretaapian Nasional Indonesia disamping pengetahuan standar-standar perkeretaapian di negara lain yang terdapat IRSE section lokal negaranya. Selain President of IRSE, Francis How, peresmian IRSE chapter Indonesia dan pelantikan pengurus IRSE Indonesia juga dihadiri oleh pejabat-pejabat dan pelaku-pelaku industri perhubungan dan perkeretaapian antara lain: Wakil Menteri Perhubungan Ir. Bambang Susantono, Ph,D, Direktur Utama PT Len Industri Abraham Mose, Dirjen Perkeretaapian Ir. Tunjung Inderawan, Direktur Pengelolaan Prasarana PT KAI Candra Purnama, CEO of IRSE Collin H. Porter, Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko, Direktur Teknologi dan Produksi PT Len Industri Darman Mappangara, dan Mantan Direktur Teknik dan Proyek PT. MRT Jakarta Ir. Rachmadi. IRSE Indonesia memiliki target baik jangka pendek, menengah dan target jangka panjang. Target Jangka Pendek IRSE Indonesia adalah menghimpun tenaga ahli sinyal dan telekomunikasi yang berasal dari berbagai institusi untuk dapat berkolaborasi mewujudkan program IRSE tahun 2013. Selain itu, di tahun 2014 dapat dilaksanakan IRSE Exams untuk mendapatkan Engineer Lokal Indonesia mendapatkan Sertifikat IRSE International. Ini juga diharapkan menjadi tantangan bagi para Engineer Indonesia untuk lebih mengembangkan diri mencapai kualifikasi International. Untuk target jangka menengah diharapkan IRSE sebagai wadah komunitas profesi S&T dengan program-program yang mampu menjadi katalis pertumbuhan profesi atau tenaga ahli persinyalan dan telekomunikasi nasional untuk memenuhi kebutuhan pembangunan perkeretaapian yang diperkirakan tumbuh dengan cepat beberapa tahun kedepan. Sementara itu pada jangka panjang, IRSE Indoonesia menargetkan mampu menjadi partner pemerintah untuk membangun suatu standar persinyalan dan telekomunikasi Indonesia yang representative sesuai kebutuhan perkeretapian Indonesia, serta mampu berperan signifikan dalam proses sertifikasi profesi di Indonesia. IRSE adalah organisasi profesi dan non-profit yang terdiri dari para profesional di bidang sinyal & telekomunikasi kereta api. Melalui seminar ini diharapkan para stake holder per-keretaapian dapat mendukung terbentuk-nya IRSE Chapter Indonesia yang akan bekerja untuk sertifikasi profesi, sertifikasi kompetensi, pelatihan-pelatihan kompetensi dengan silabus standard internasional maupun nasional, pelatihan-pelatihan S&T, pengenal profesi dan keilmuan S&T untuk tingkat mahasiswa, praktisi, teknisi dsb. Engineer S&T Kereta Api di Indonesia Diakui Perkeretaapian Dunia Pembicara