|
PT Len Industri (Persero) melalui UB Sistrans kini mampu menyediakan teknologi persinyalan murah di tanah air sehingga menjadi mira kerja utama pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan dalam membangun prasarana perkeretaapian nasional yang dibiayai APBN. Dengan murahnya teknologi tersebut, maka PT Len mampu menghemat devisa negara yang sangat signifikan dalam berbagai pembangunan prasarana perkeretaapian nasional, khususnya sistem persinyalan dan telekomunikasi kereta api.
Hasilnya, pemerintah melalui pendanaan APBN sangat percaya diri membiayai pembangunan jalur ganda pada koridor-koridor penting yang sebelumnya, biasa dibiayai oleh loan .
Sistem persinyalan yang menggunakan produk PT Len salah satunya yaitu jalur ganda Tanah Abang-Serpong, selain itu juga pembangunan jalur ganda Cirebon-Kroya dan Tegal-Pekalongan.
Pada pembangunan jalur ganda tersebut PT Len juga berperan penting sebagai kontraktor pekerjaan persinyalan satu-satunya yang bertanggung jawab terhadap modifikasi sistem persinyalan dari pola jalur tunggal menjadi pola jalur ganda pada keseluruhan koridor.
D alam pembangunan jalur ganda tahap I Cirebon-Kroya itu:
Patuguran-Purwokerto produk sistem persinydan PT Len yang digunakan, antara lain :
4 sistem interlocking yang dimodifikasi menjadi sistem interlocking jalur ganda
49 unit pendeteksi KA baru
20 unit motor wesel baru
5 node SDH backbone telekomunikasi baru
4 perangkat pengaman perlintasan baru
181 km kabel optik dan tembaga
Sedangkan dalam panbangunan jalur ganda tahap I dan II Tegal-Pekalongan yaitu Pemalang-Petarukan dan Pemalang-Larangan, antara lain :
4 sistem interlocking yang dimodifikasi menjadi sistem interlocking jalur ganda
28 unit pendeteksi KA baru
18 unit motor wesel baru
7 perangkat pengaman perlintasan baru
120 km kabel optik dan tembaga
Keseluruhan pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu 18 bulan masa kontrak, namun realisasi fungsi jalur diselesaikan dalam waktu kurang lebih 1 tahun, yang hasilnya adalah langsung dioperasikannya jalur ganda. Pekerjaan ini juga diselesaikan sepenuhnya oleh SDM khususnya insinyur dan teknisi dalam negeri yang dimiliki PT Len tanpa sedikitpun keterlibatan tenaga ahli asing.
PT Len Industri (Persero) adalah BUMN yang bergerak di bidang industri elektronika infrastruktur dan elektronika profesional. Sejarah PT Len dimulai sejak 1965 sebagai institusi penelitian elektronik dan kelistrikan dan pada 1967 menjadi bagian LIPI (LEN-LIPI).
Sebagai salah satu UPT LIPI yang produktif menghasilkan produk-produk pada proyek infrastruktur pemerintah maka akhirnya LEN menjadi PT Len Industri (Persero) pada 199 1.
PT Len hingga saat ini menggulirkan bisnisnya melalui 3 Unit Bisnis (UB) dan 3 Anak Perusahaan dengan bidang bisnis berbeda yaitu :
-
UB Sistem Transportasi (UB Sistrans) bergerak di bisnis transportasi perkeretaapian, khususnya pada persinyalan, dan kelistrikan kereta api.
-
UB Sistem Navigasi dan Telekomunikasi (UB Sisnavitel) bergerak di bisnis sistem navigasi dan surveillance laut, maupun darat, serta infrastruktur telekomunikasi umum.
-
UB Sistem Pengendalian dan Pertahanan (UB Sisdalhan) bergerak di bisnis sistem pengendalian dan pertahanan khususnya peralatan komunikasi militer.
-
PT Eltran, bergerak di bisnis sistem utility, telekomunikasi, dan energy.
-
PT Surya Energi Indotama(PT SEI), bergerak di bidang renewable energy system berbasis solar modul yang dipabrikasi oleh PT Len.
-
PT Interlokindo Utama (PT IU), bergerak di bisnis jasa engineering.
UB Sistrans adalah unit bisnis PT Len yang paling produktif dengan menggarap pasar pembangunan prasarana perkeretaapian khususnya sistem persinyalan dan telekomunikasi kereta api nasional. Kiprahnya PT Len dimulai sejak 1984, ketika proyek persinyalan didominasi proyek pendanaan asing (loan) dan berbiaya tinggi karena mahalnya teknologi dan tenaga ahli asing.
PT Len berhasil mengemban tugas sebagai agen transfer teknologi pemerintah dalam proyek-proyek loan, terbukti dengan meningkatnya kemampuan dalam pengerjaan proyek-proyek tersebut, hingga akhirnya hampir seluruh ruang lingkup proyek bisa dikerjakan oleh PT Len sehingga biayanya jauh lebih hemat.
Pencapaian terpenting PT Len dalam proses alih teknologi tersebut adalah terkuasainya kemampuan engineering (rancang bangun) sistem persinyalan. Hasilnya, saat ini hampir seluruh proyek pembangunan prasarana persinyalan KA cukup didanai dengan dana APBN dan menggantikan proyek-proyek loan. (esj/tion)
sumber:
|