Kinerja Len 2016 : Pembangunan Urban Transport

Perjuangan PT Len Industri memasuki pasar baru urban transport mulai membuahkan hasil. Hal ini ditandai dengan dipercayainya Len untuk menggarap proyek pembangunan APMS (Automated People Mover System) dan LRT (Light Rail Transit) Jakarta, Jakarta-Jabodetabek dan Palembang. Peluang pasar dari luar negeri, Malaysia dan Bangladesh, juga sangat menjanjikan sebagai langkah awal agar produk Len dikenal di dunia internasional sekaligus menambah pendapatan perusahaan.

 

Kinerja perusahaan di tahun 2015 cukup baik dengan membukukan pendapatan sebesar Rp.2,17 Triliun atau melebihi dari pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp.2,1 Triliun dan mentargetkan pendapatan Rp.2,39 Triliun di tahun 2016. Lini bisnis transportasi perkeretaapian masih mendominasi, disusul dengan lini bisnis elektronika pertahanan yang semakin membaik dalam beberapa tahun terakhir.

 

Di tahun ini, perusahaan melakukan rekrutasi karyawan baru dengan mengikuti beberapa jobfair dan dilakukan secara online dari tahap pendaftaran hingga pengumuman di setiap tahap seleksi. Rekrutmen bersiafat terbuka bagi semua sekolah/perguruan tinggi dan mendapat antusiasme yang tinggi dari para pelamar seperti tahun-tahun sebelumnya.

 

Untuk terus mengembangkan kompetensi SDM-nya, khususnya dibidang persinyalan, Len mentargetkan 100% engineer persinyalan mendapat sertifikasi internasional pada tahun 2019. Pada tahap pertama, 10 orang engineer persinyalan akan disertifikasi tahun ini.

Pembangunan Urban Transport - APMS urban transport Kinerja Len 2016 : Pembangunan Urban Transport Pembangunan Urban Transport APMS

Perusahaan Segera Garap Urban Transport di Kota-kota Besar

 

Belum lama ini Len baru saja ditunjuk langsung oleh Angkasa Pura II untuk menggarap APMS Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Penunjukkan langsung menjadi pilihan satu-satunya karena dalam proses tender di tahun sebelumnya hanya Len yang mampu memenuhi seluruh persyaratan pelelangan. Penandatangan kontrak senilai Rp.531 Milyar ini kini tengah disiapkan dengan delivery time 345 hari (setelah penandatanganan).

 

Sisteminiakan menggunakan teknologi Sistem Sinyal Modern tanpa awak atau juga dikenal sistem CBTC Driverless (Communication Based Train Control), dengan panjang lintasan 2,98 Km untuk melayani 5 terminal di Bandara Soekarno-Hatta dengan operasi landside (sebelum check in). APMS menggunakan jenis kereta AGT (Automated Guided Transport) dengan tipe Side Guided yang merupakan salah satu jenis LRT akan beroperasi dengan 3 Trainset dengan konfigurasi masing-masing 2 cars dengan kapasitas 2.100 pphpd (penumpang per jam per arah) yang akan berjalan di lintas layang dilengkapi dengan jalur evakuasi.

 

Proyek APMS bisa menjadi pilot project untuk penerapan APMS di bandara-bandara lainnya di Indonesia. Pengerjaannya dilakukan dengan model design & build melaui konsorsium bersama perusahaan asal Korea Selatan, Woojin. Len sendiri akan fokus mengerjakan di sistem CBTC Driverless, telekomunikasi dan power substation (kelistrikan).

 

Prospek bagus lainnya di bidang railway, khususnya urban transport, ada di pembangunan LRT Kota Palembang dengan menggunakan dana APBN. Untuk yang satu ini, Len telah memiliki MoU (Memoradum of Understanding) sebagai nominated subcontractor oleh PT Waskita Karya sebagai BUMN pelaksana LRT Palembang sesuai Perpres No 116 Tahun 2015.

 

Melalui sinergi BUMN dan dukungan Perpres, perusahaan juga akan ikut bergabung dalam pembangunan LRT di Ibu Kota Jakarta dan LRT Intercity Jakarta-Jabodetabek.

 

LRT Jakarta sepanjang 115 Km melewati 7 koridor akan digarap oleh BUMD Jakpro (Jakarta Properti), Wika, dan Len. Sedangkan LRT Jakarta-Jabodetabek sepanjang 80 Km akan digarap Adikarya dan Len.

 

Prospek Export: Malaysia dan Bangladesh

 

Tak hanya di dalam negeri, prospek bisnis prioritas utama perusahaan juga datang dari Negeri Jiran yang akan segera melakukan rehabilitasi persinyalan dan Bangladesh yang sedang bersiap-siap mengembangkan transportasi perkeretaapian di negara mereka.

 

Len Inc. telah menandatangani MoU dengan salah satu perusahaan lokal pemenang tender pekerjaan di Bangladesh Railway (Regulator dan Pemilik Sarana dan Prasarana Perkeretaapian Bangladesh) untuk melakukan modifikasi 4 Stasiun yang memiliki interlocking VPI dari Kota Ishurdi sampai dengan Joydipur. Produk standar persinyalan merek Len seperti Control Console (VDU/LCP), Lampu sinyal LED, Main Distribution Panel dan lain-lain juga telah siap di-export ke Negeri “Tanah Benggala” berpenduduk lebih dari 140 juta jiwa ini.

 

Sedangkan di Malaysia, Len akan bekerja sama dengan perusahaan EMRail yang sudah mendapatkan kontrak pekerjaan dari KTMB (perusahaan operator) untuk persinyalan Jalur Gua Musang-Tumpat sepanjang 290 Km yang melewati sebanyak 30 stasiun. Sistem existing rusak karena bencana banjir akan direhabilitasi dengan sistem single track yang secara teknologi lebih sederhana dari sistem double track yang pernah dikerjakan perusahaan.

 

 

Salam,

 

CP:

Donny Gunawan

Manager Komunikasi Korporasi

PT Len Industri (Persero)

komunikasi.korporasi@len.co.id