Lampu Sinyal LED

Penulis : Cahyono, ST.
Divisi Pusat Teknologi & Inovasi
PT Len Industri (Persero)
Dipublikasikan : Oktober 2013

  

bulen17  Lampu Sinyal LED bulen17Sistem interlocking kereta api terdiri dari empat komponen yaitu blok, wesel, track, dan sinyal. Saat PPKA membentuk rute untuk memasukan kereta api ke stasiun atau memberangkatkan kereta api, keempat komponen tersebut dicek dahulu oleh persamaan interlocking. Sinyal merupakan komponen terkahir yang dicek. Hal ini dikarenakan 3 komponen lainnya harus dipastikan aman dan berfungsi terlebih dahulu sebelum menyalakan sinyal.

 

Lampu sinyal berperan penting dalam sistem interlocking kereta api. Hal ini dikarenakan warna atau indikator lampu sinyal berfungsi memberi tanda bahwa kapan masinis boleh memberhentikan atau menjalankan kereta api yang dikemudikan. Warna atau indikator dari lampu sinyal merupakan rambu yang harus dipatuhi mutlak oleh masinis supaya perjalanan keretanya aman. Keselamatan penumpang kereta selama perjalanan adalah hal yang paling utama untuk dijaga.

 

Sebelum lampu sinyal LED dipakai, dalam pengoperasian interlocking kereta api menggunakan lampu sinyal filamen. Lampu sinyal LED diproduksi bertujuan untuk menggantikan lampu sinyal filamen karena memiliki keunggulan yaitu daya lampu LED yang lebih rendah dan life time LED yang lebih panjang dari lampu filamen.

 

Cara kerja lampu sinyal LED dibuat mirip seperti lampu sinyal filamen seperti gambar 1. Lampu sinyal LED mula-mula diberi sumber tegangan. Kemudian arus yang mengalir disensing oleh sensor. Feedback hasil sensing dimasukan ke pin interlocking DI Vital. Feedback dari lampu sinyal LED juga dimasukan ke pin interlocking DI Non Vital. Kedua feedback tersebut digunakan untuk pendeteksian apakah lampu sinyal dalam keadaan normal atau tidak.

bulen17-1  Lampu Sinyal LED bulen17 1

 Gambar 1. Blok Diagram Pendeteksian Lampu Sinyal LED

 

Prinsip Kerja Lampu Sinyal Secara Umum

Lampu sinyal yang digunakan saat ini ada dua macam yaitu lampu sinyal filamen dan lampu sinyal LED. Secara prinsip kedua jenis lampu tersebut sistem kerjanya hampir mirip dan sama-sama menjaga prinsip safety dalam interlocking jika terjadi gangguan pada sinyal tersebut. Prinsip kerja kedua lampu tersebut dibahas pada uraian berikut ini.

 

  1. Lampu Sinyal Filamen

Pada lampu main aspect dengan lampu filamen/pijar di setiap lampu memiliki 2 filament yaitu main dan auxilary. Pada kondisi normal yang menyala adalah main filament. Ketika main filament putus secara otomatis auxilary filament yang akan menyala dan di saat bersamaan memberikan informasi ke sistem interlocking bahwa main filament putus. Jika auxilary filament putus juga maka lampu tersebut padam total dan secara sistem interlocking tidak bisa mebuat rute yang melewati sinyal tersebut. Ini merupakan fungsi safety dari sistem interlocking.

bulen17-2  Lampu Sinyal LED bulen17 2

Gambar 2. Lampu Sinyal Filamen

 

  1. Lampu Sinyal LED

Prinsip kerja lampu sinyal LED dibuat mirip dengan lampu sinyal filamen. Hal ini bertujuan untuk memudahkan instalasi di lapangan ketika ada penggantian lampu sinyal filamen diganti dengan lampu sinyal LED tanpa mengurangi safety dalam interlocking. Pada uraian berikut di bawah ini akan dibahas prinsip kerja Sinyal Main Aspect saja untuk memberikan gambaran prinsip kerja lampu sinyal LED secara keseluruhan.

bulen17-3  Lampu Sinyal LED bulen17 3

Gambar 3. Komponen Sinyal LED Main Aspect

 

Artikel Lampu Sinyal LED selengkapnya dapat didownload di sini