Len Terus Dukung Peningkatan Keselamatan Perkeretaapian

Jakarta (3/04/2012) – PT Len Industri melalui anak perusahaannya, PT Len Railway Systems, berkerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyelenggarakan Focus Group Discussion dengan tema Peningkatan Keselamatan di Perlintasan Sebidang pada tanggal 3 April 2012 di Hotel Marcopolo, Jakarta Acara dibuka oleh Direktur Keselamatan Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko, yang sekaligus menjadi pembicara pada diskusi ini. Menurutnya tujuan dilaksanakannya acara ini adalah untuk meningkatkan peran serta stakeholder dalam keselamatan perkeretaapian di Indonesia. Dari data yang terpantau Ditjen Perkeretaapian, selama tahun 2004 hingga 2012 di Indonesia terjadi sebanyak 881 kecelakaan di perlintasan sebidang, dengan 322 korban meninggal dunia.

forum_dis  Len Terus Dukung Peningkatan Keselamatan Perkeretaapian forum dis

Sedangkan menurut Kepala Dinas Perhubungan & LLAJ Jatim Wahid Wahyudi, pihaknya telah mulai memasang Early Warning System pada perlintasan yang tidak berpintu. Dan untuk tahun ini pihaknya telah menganggarkan sebanyak ± Rp17 Milyar untuk pemasangan Early Warning System. Di Jawa Timur sendiri terdapat 1431 perlintasan sebidang, yakni 350 resmi dijaga, 1048 resmi tidak dijaga, dan 33 liar/tidak resmi. Perlu melibatkan kerjasama dari berbagai pihak untuk menekan angka kecelakaan tersebut, seperti Pemerintah Daerah, operator kereta api, Polisi, PPNS Perkeretaapian, kontraktor, Polisi, dan tentu saja masyarakat untuk selalu disiplin mematuhi rambu-rambu lalulintas. Pembicara dalam acara diskusi ini yaitu Direktur Keselamatan Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko, Kepala Dinas Perhubungan & LLAJ Jatim Wahid Wahyudi, Biro Korwas PPNS BARESKRIM POLRI Bung Jono, serta psikiater dari  Anious Consulting Wiharsih. Sedangkan audience yang hadir adalah para pejabat dari Ditjen Perhubungan, Len, LRS, INKA, STMT, STTD, MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia), Maska (Masyarakat Pecinta KA), dan Forum Komunikasi Wartawan Perhubungan yang berjumlah lebih dari 50 audience.