Menuju Perusahaan Kelas Dunia

“Kami ingin menjadi perusahaan kelas dunia dan kami yakin bisa,” kata Presiden Direktur PT Len Industri (Persero) Abraham Mose ketika menerima kunjungan Sinar Harapan di Bandung, Kamis (2/4).

 

 Banyak sekali, perusahaan atau instansi yang mengharapkan menjadi perusahaan kelas dunia atau sejajar dengan perusahaan multi nasional. Namun, menjadi perusahaan kelas dunia adalah sesuatu yang nisbi. Sayangnya, perusahaan-perusahaan itu hanya berangan – angan tanpa disertai visi dan misi yang jelas. Berbeda dengan Len. BUMN yang dikomandani Abraham Mose tersebut kini berada di jalur yang jelas, yakni menjadi perusahaan yang diperhitungkan di dunia. Bahkan, Len telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai perusahaan eletronika terkemuka dalam hal persinyalan.

 

Menurut Abraham Mose, PT Len Industri (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertanggung jawab mengembangkan bisnis dan produk-produk dalam bidang elektronika untuk industri dan prasarana. Menyadari bahwa persaingan dalam bisnis berbasis teknologi elektronik sangat ketat, Len mengambil langkah untuk fokus di sektor bisnisTransportasi Perkeretaapian, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Energi Terbarukan, Elektronika Pertahanan, dan Sistem Navigasi.

 

Abraham mengatakan, ia memiliki visi untuk membawa Len menjadi perusahaan infrastruktur elektronika kelas dunia dengan tujuan mensejahterakan para stakeholder dan meningkat kemandirian teknologi Indonesia. Sebagai BUMN, kata dia, Len fokus memenuhi kebutuhan dan tuntutan pemerintah. Len selalu berinovasi untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara. Len juga bertanggung jawab kepada masyarakat dan menjunjung tinggi etika dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance untuk menciptakan perusahaan yang sehat, bersih dan memiliki daya saing tinggi.

 

LEN (Lembaga Elektronika Nasional) berdiri sejak 1965. Kemudian bertransformasi menjadi BUMN pada 1991. Sejak saat itulah, Len bukan lagi kepanjangan dari Lembaga Elektronika Nasional (LEN), tetapi telah menjadi sebuah entitas bisnis profesional dengan nama PT Len Industri (Persero).

 

Hasilnya, Len menjadi market leader dan garda terdepan. Dengan deretan prestasi, Len memicu untuk tak pernah berhenti dalam mengukuhkan posisi sebagai perusahaan kebanggaan Indonesia dalam bidang elektronika industri dan prasarana. “Len bukanlah yang terbesar atau yang terbaik di segala bidang. Namun satu hal yang pasti, Len selalu melakukan inovasi dengan bekerja sepenuh hati dan sekuat tenaga untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” katanya.

 

Amunisi Ampuh Len

Abraham mengatakan, Len memiliki fokus kinerja yaitu bidang pertahanan, energi dan transportasi. Di bidang pertahanan, Len telah membentuk unit bisnis elektronika perusahaan yang bersifat supporting. Tujuannya, Len ingin menjadi pemimpin di bidang elektronika pertahanan. Len sudah memiliki beberapa produk canggih untuk bidang pertahanan seperti Combat Management System (CMS) untuk kapal perang RI. Len juga memiliki alat komunikasi radio tactical yang biasa digunakan tentara di medan perang untuk saling berkomunikasi satu sama lain.

Alat komunikasi itu telah digunakan TNI AD dan telah melewati ujian litbang dan lapangan.

 

Produk Pertahanan Len yaitu Secure Radio Communication, Combat Management System (CMS), Tactical Data Link, Surveillence & Reconnaissance System, Radio Base Station, Crypto Device Solution for Voice and Data Communication, Vehicular Intercommunication System, Radar Processing & Display Console, Transponder Sasaran Torpedo dan NAVINSYS Intercom System.

 

Di bidang transportasi, PT Len Industri (Persero) telah menjadi pelaku utama dan satu-satunya industri sinyal perkeretaapian di Indonesia. Sebagai perusahaan yang memproduksi peralatan transportasi perkeretaapian, Len menempatkan keamanan dan kehandalan sebagai perhatian utama dalam pengembangan produk dengan moto “failsafe – no compromise”.

 

Len memiliki unit bisnis elektroni transportasi untuk melakukan peningkatkan terhadap proyek-proyek yang sudah dan melakukan pencarian pasar baru dalam bidang transportasi. Kami juga telah memiliki anak perusahaan Len Railway Transportation. “Kami telah menyelesaikan double track Cirebon-Surabaya dengan total 51 stasiun. Namun, total stasiun yang sudah menggunakan interlocking sinyal buatan len sebanyak lebih 95 stasiun. Len juga telah mengirimkan insinyur-insinyurnya untuk belajar ke luar negeri. Kami adalah satu-satunya BUMN yang bergerak di bidang persinyalan kereta api. Kami sedang melakukan proyek persinyalan double track dari Stasiun Manggarai – Stasiun Cikarang. Kami juga sudah mengajukan kerjas ama dengan perusahaan Mass Rapid Transportaion (MRT) di Indonesia,” katanya.

 

Di bidang energi terbarukan, Len telah fokus mengembangkan semi konduktor dan memiliki instalasi “ruang kuning” cleaning room untuk pengembangannya. Abraham mengatakan,  juga memproduksi Modul Surya sebesar 200 watt, 150 watt, 100 watt dan 50 watt.

 

Perusahaan BUMN Jasa Marga juga telah menggunakan modul tenaga surya Len untuk Tol Cipularang, Bandung. Len juga menyasar daerah yang belum masuk listrik dan memenangkan tender proyek tenaga surya di Kupang, Nusa Tenggara Timur sekaligus mendukung program pemerintah IPP (independent power producer).

 

Len telah memenangkan lokasi IPP pertama di kupang sebesar 5 megawatt. “Kami juga akan membangun pabrik baterai di Indonesia. Kami bangun pembangkit listrik dengan modul Surya untuk PLN. Ketika beban puncak, PLN baru menggunakan baterai solar-cell kami. Siang hari menggunakan solar cell, malam baru menggunakan listrik PLN. Sangat hemat,” katanya.

 

Tidak hanya itu, sejak 1997, Len juga telah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sudah teraplikasikan di berbagai daerah terpencil di Indonesia dengan total lebih dari 15 Megawatt energi yang telah tersalurkan. Saat ini Len memiliki kapasitas produksi modul surya 10MWp pertahun.

 

Di bidang teknologi (ICT), Len juga telah memiliki pemancar televisi digital yang sebelumnya hanya analog. Hal itu membuktikan Len siap mendukung program pemerintah untuk mentrasmigrasikan pemancar televisi analog ke digital.

 

Di bidang telekomunikasi, Len juga telah mengembangkan jaringan telekomunikasi wimax sebelum 4G atau LTE masuk ke Indonesia. Setelah itu, kebijakan pemerintah berubah ke LTE dan Len berani berinvestasi untuk masuk menyediakan sarana dan prasarana LTE di Indonesia. “Meskipun, Wimax tidak “booming” di pasar, kami berani masuk disitu. Len juga telah melakukan uji coba prototipe LTE dengan Telkomsel,” katanya.

 

Strategi dan Tantangan

Untuk pendanaan, Len telah memiliki rencana kerja anggaran perusahaan yang bertanggung jawab ke stakeholder. Kami juga memiliki pendanaan dari rencana kerja operasional (RKO). “Seandainya, para pemegang saham menargetkan 10 perak, kami harus bisa mencapai 50 perak,” katanya.

 

Abraham mengatakan, setiap anak perusahaan dan unit bisnis Len harus menyiapkan target tahunan dan kami akan mengevaluasi setiap bulan kinerja mereka. Kami juga akan kembali mengevaluasi pencapaian mereka selama tiga bulan. Len, kata dia, juga memiliki pendapatan dan pertumbuhan yang positif sejak lima tahun terakhir kecuali tahun lalu. Pada 2014, pertumbuhan menurun, karena tahun lalu adalah tahun lalu politik dan adanya pemotongan anggaran dari pemerintah. “Tahun ini target kami Rp 2,5 triliun sedangkan tahun lalu Rp 2,1 triliun,” katanya.

 

Tantangan dalam bidang energi, Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas dan sebanyak 40 persen wilayah di Indonesia yang belum teraliri listrik. Karena itu, Len menawarkan energi terbaru untuk mereka. Len juga sedang mengembangkan pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Tantangan di bidang pertahanan, Indonesia masih membutuhkan bantuan dan pembangunan infrastruktur untuk pertahanan seperti pengembangan radar nasional.

“Indonesia belum memiliki industri radar. Padahal kita memiliki perusahaan nasional yang dapat diberdayakan untuk membuat radar. Kami juga memiliki peneliti dan dosen universitas lainnya. Len juga sedang mengkaji tipe radar yang cocok di indonesia seperti apa,” katanya.

 

Abraham mengatakan kami juga sedang mendiversifikasi bisnis untuk energi terbaru bagi nelayan dan desa-desa mandiri. Mereka punya cold storage atau tempat penyimpanan ikan di daerah-daerah yang sulit air.

 

Tips Sukses

Sebagai seorang pemimpin handal, Abraham memiliki tips sukses. “Tips sukses saya melihat mengalir saja, jujur. Dengan mengalir, kita harus fleksibel dengan segala perubahan, permasalahan dan kondisi yang akan datang,” katanya. “Untuk mendapatkan respect karyawan, seorang pemimpin harus punya visi yang jelas. Jika tidak ada visi, maka selesai sudah nasib perusahaannya,” katanya.

 

Abraham Mose  Menuju Perusahaan Kelas Dunia Abraham MoseAbraham Mose adalah warga Negara Indonesia kelahiran 1961. Memangku jabatan Direktur Utama PT Len Industri (Persero) sejak 2012. Berpengalaman lebih dari 10 tahun di bidang elektronika transportasi, sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pemasaran (2007-2012), General Manager Transportasi (2002-2007), General Manager Signaling KA Divisi Elektronika Transportasi (2000- 2002).

(Adam Rizal – Sinar Harapan)