Penandatanganan Kerjasama Pekerjaan Perencanaan & Fasilitas Operasi Proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang

Penandatanganan Kerjasama Pekerjaan Perencanaan & Fasilitas Operasi Proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang  Penandatanganan Kerjasama Pekerjaan Perencanaan & Fasilitas Operasi  Proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang Penandatanganan Kerjasama Pekerjaan Perencanaan Fasilitas Operasi Proyek Light Rail Transit LRT Palembang

Jakarta (25/11) – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dan PT Len Industri (Persero) menandatangani kontrak Perencanaan & Fasilitas Operasi Proyek Pembangunan Kereta Api Ringan atau LRT (Light Rapid Transit) Palembang yang disaksikan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN, Rini S. Soemarno. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Len, Zakky Gamal Yasin dan Kepala Divisi II Waskita Karya, Tukijo pada hari Kamis (24/11) di Gedung Waskita, Cawang.

 

Waskita adalah kontraktor yang ditunjuk langsung oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No.116 tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan (LRT) di Sumatera Selatan. Lingkup pekerjaan Waskita di proyek ini adalah membangun jalur termasuk konstruksi jalan layang, stasiun dan fasilitas operasional. Sebagai perwujudan Sinergi BUMN, Waskita kemudian menggandeng Len untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan dan fasilitas operasi sehingga dilakukanlah penandatanganan kerjasama hari ini.

 

Cakupan pekerjaan yang akan dilaksanakan Len meliputi : Sistem Persinyalan (Signaling), Telecommunication, Substation, Power Rail, OCC and SCADA, Track, Platform Screen Door, System Engineering, Automatic Fare Collection (Ticketing System), serta Signal on Depot.

 

Len sebagai satu-satunya perusahaan nasional yang memiliki teknologi persinyalan, di tahun ini juga sedang menggarap APMS (Automatic People Mover System) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta menggunakan Sistem Sinyal Modern Tanpa Awak atau juga dikenal sistem CBTC Driverless (Communication Based Train Control) dengan panjang lintasan 2,98 Km.

 

Proyek LRT Palembang sepanjang 23,4 kilometer dikerjakan oleh Waskita mulai bulan Oktober 2015 sampai dengan bulan Juni 2018 atau menjelang berlangsungnya Asian Games. Nilai total kontrak proyek tersebut Rp.11,44 Triliun. Sampai dengan tanggal 18 November 2016 progres yang telah dicapai adalah 23,56%.

 

Dalam pelaksanaannya Waskita mendapat bantuan dari pemerintah daerah berupa kemudahan perijinan, keringanan biaya perijinan, serta fasilitas perpajakan dan kepabeanan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Berdasarkan Perpres No.116/2015, jaringan LRT terdiri atas lintas pelayanan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II – Masjid Agung Palembang – Jakabaring Sport City. Panjang trase 23 kilometer dilengkapi dengan 13 stasiun dan 9 sub stasiun, serta memiliki jembatan Sungai Musi dengan bentang sungai 435 meter.

 

Ada 5 zona rute dan 13 stasiun yang dilewati oleh sarana transportasi ini. Berikut lima zona rute LRT Palembang, Sumatera Selatan :

Zona I               : Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudding – Simpang Bandara – Simpangan Tanjung Api-Api

Zona II        : Jalan Tanjung Api-Api – Jalan Kol.H.Burlian – Jalan Demang Lebar Daun – Simpang Polda

Zona III       : Simpang Angkatan 45 – Jalan Angkatan 45 – Simpang Palembang Icon – Jalan Kapten A. Rivai – Simpang Charitas – Jalan Jenderal Sudirman

Zona IV       : Jembatan Ampera – Jalan Gubernur H. A. Bastari dan Zona D

Zona V            : Jakabaring Sport City