Perkuat Bisnis Energi, Len Bangun Joint Venture Company Dengan Sunseap Singapore

Batam (19/8) - PT Len Industri (Persero) BUMN yang bergerak di bidang Renewable Energy, mulai mengembangkan bisnis dan pasarnya dengan menandatangani Perjanjian Usaha Patungan (Joint Venture Agreement), hari ini. Menggandeng Sunseap Enterprises Pte Ltd, salah satu perusahaan manufaktur modul surya dan penyedia sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya terkemuka di Singapura.

Len Sunseap Energy  Perkuat Bisnis Energi, Len Bangun Joint Venture Company Dengan Sunseap Singapore Len Sunseap

Perusahaan Joint Venture (JVC) ini telah diberi nama PT Len Sunseap Energy, berlokasi di Batamindo Park – Kepulauan Batam dengan kapasitas produksi sebesar 50MWp. Rencanaya, 40% dari hasil produksi akan diserap oleh PT Len dan Sunseap Enterprises selaku share holder, sedangkan 60% sisanya akan dipasarkan secara global.

 

Dengan nilai investasi USD 5 juta, kapasitas produksi 50 MWp hanya merupakan tahap awal karena akan dikembangkan menjadi 200 MWp pada tahap selanjutnya.

 

Berdasarkan tujuan utama dengan target untuk mencapai pasar luar negeri, pemilihan lokasi menjadi sangat penting. Batam dipilih karena dianggap sangat ideal dengan pertimbangan kemudahan transportasi,fasilitas, regulasi dan dukungan kepadatan penduduk sebagai sumber daya manusia.

 

Pasar yang akan dibidik oleh JVC Len Sunseap ini adalah pasar – pasar PLTS ESDM, IPP PLTS ESDM/PLN, IPP PLTS Swasta, dan Ekspor regional Asia – Pasifik/Eropa.

Len Sunseap Energy  Perkuat Bisnis Energi, Len Bangun Joint Venture Company Dengan Sunseap Singapore Len Sunseap Energy

Pembentukan JVC Len Sunseap merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kapasitas bisnis di Solar Energy, upaya untuk masuk ke pasar Global dan sekaligus meningkatkan daya saing modul Dalam Negeri dari sisi harga dan kualitas, dengan metode skenario “start from the end and ending at the first stage”.

 

Ide berpatner dengan Sunseap didasari dengan adanya kerjasama bisnis jangka panjang di bidang produksi dan pemasaran yang lebih luas untuk Solar Modul. Sunseap Enterprises, dipilih dengan pertimbangan adanya komitmen untuk melakukan co-investment, kesediaan untuk bersama-sama membangun JVC pabrik modul surya baru, jaringan pasar global di Asia – Pasifik dan kemampuan finansial dalam menerapkan pembiayaan listrik tenaga surya (solar leasing) melalui aktivitas anak usahanya, Sunseap Leasing.

 

Kunci keberhasilan dalam bisnis Solar Energy ini menyangkut pada standar produk yang tinggi (bersertifikat internasional), harga yang kompetitif, jaringan pasar yang luas serta pemenuhan syarat local content yang tinggi dapat dipenuhi secara bersamaan sehingga daya saing produk Len untuk pasar dalam negeri meningkat sekaligus juga peningkatan akan penyerapan produk PLTS dalam negeri.

 

JVC akan dibangun dengan menggunakan teknologi full automatic sehingga efisiensi akan meningkat yang pada akhirnya akan berpengaruh pada harga jual yang kompetitif.

 

Banyak manfaat yang akan didapat oleh perusahaan dengan dibangunnya JVC Len Sunseap diantaranya adalah dapat memperkuat positioning Len sebagai pioneerbisnis renewable energy di Indonesia khususnya Solar Energy dan membuka peluang ekspor produk modul surya di kawasan regional ASEAN dan Asia Pasifik.Tuntutan pasar dalam negeri untuk standarisasi modul surya sesuai standar IEC dan sekaligus memenuhi syarat TKDN dapat meningkatkan awareness dan penerimaan pasar di dalam negeri untuk menggunakan modul surya yang diproduksi oleh JVC.

 

Dengan posisi Len sebagai salah satu IPP PLTS di Indonesia dan Sunseap sebagai pelopor bisnis solar leasing, JVC dapat mendukung kedua share-holder-nya memperoleh modul surya dengan harga yang kompetitif sehingga memperbesar peluang perolehan kontrak pembelian tenaga listrik PLTS baik dari swasta atau pemerintah.

 

JVC dalam jangka panjang berencana akan meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 200 MWp. Dengan kapasitas yang cukup besar ini, Indonesia khususnya Len memiliki peluang untuk merealisasikan berdirinya industri hulu Solar Cell yang sampai saat ini masih tertunda karena terkendala off takeryang masih rendah dari industri solar modul nasional.

 

Dukungan dari pemerintah Indonesia khususnya dirasa sangat menguntungkan bagi JVC diantaranya dengan adanya kebijakan Feed in Tariff (FiT) untuk IPP PLTS dan Solar Rooftop serta kewajiban TKDN modul surya.Selain itu adanya regulasi/kebijakan anti-dumping untuk modul surya China di negara-negaraEropa dan Amerika dapat memberikan kesempatan bagi Indonesia sebagai salah satu negara produsen modul surya untuk melakukan ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat.

 

Diharapkan dengan kerjasama dalam JVC Len Sunseap dapat menjadi bagian penting dalam peningkatan energi terbarukan di Indonesia. Bravo Len Sunseap!