PT Len Industri Gandeng ITB Untuk Hadirkan Perangkat Telekomunikasi 4G LTE

Bandung (9/12) – Kompetisi yang tinggi dalam bisnis telekomunikasi yang ditandai dengan  perubahan teknologi yang cepat dan dukungan permodalan yang sangat besar, membuat hanya beberapa perusahaan asing yang mempu mendominasi bisnis perangkat dan handset di sektor telekomunikasi.

_Web Len - PME ITB  PT Len Industri Gandeng ITB Untuk Hadirkan Perangkat Telekomunikasi 4G LTE Web Len PME ITB

 

Angka besaran impor perangkat dan handset menjadikan secara nyata ketimpangan penguasaan antara perusahaan asing dan perusahaan dalam negeri. Kontribusi impor memberi sumbangan 3,3 % dari keseluruhan impor komoditas non migas utama Indonesia (sumber: Laporan Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan III Bank Indonesia). Besaran impor tersebut paling besar diperoleh dari impor handset dan base station yang mencapai 2,6 Milyar USD pada Jan-Sep 2014, 2,9 Milyar USD pada 2014, 2,89 Milyar USD 2012 (sumber: data ekspor impor BPS). Perusahaan dalam negeri hanya kebagian peran sebagai penyedia jasa instalasi atau pun hanya sebagai pedagang perantara produk impor.

 

Dibutuhkan komitmen dan dedikasi tinggi bagi perusahaan dalam negeri untuk merebut peluang dalam bisnis ini, dan terus menerus bekerja keras untuk memperbesar peluang sebagai penyedia perangkat dan handset sektor telekomunikasi.

 

Komitmen dan dedikasi Len dilandasi bukan hanya oleh idealisme untuk ikut berkontribusi mengurangi defisit neraca transaksi berjalan, tapi jauh lebih luas yaitu menjadikan “kemandirian teknologi yang berdaya saing” dan mencegah aliran  data dan informasi ke luar negeri melalui penggunaan perangkat telekomunikasi produk asing yang justru dibeli dan dibiayai uang rakyat.

 

Di bidang wireless broadband, Len telah melakukan tiga model bisnis yang berbeda. Mulai dari kerjasama produksi, transfer teknologi, sampai dengan yang terakhir, hari ini, melalui mekanisme kerjasama teknologi memanfaatkan hasil rancang bangun PME ITB untuk dibawa ke lantai produksi dan lapangan bisnis. Produk hasil kerjasama teknologi Len-PME ITB ini akan dipabrikasi dengan memanfaatkan lini produksi yang dibangun di Batam. Model ini diharapkan menjadi contoh model bisnis bagi perusahaan telekomunikasi dalam negeri.

 

PT Len Industri (Persero) yang diwakili oleh VP Divisi Pemasaran & Pengambangan Usaha, Tarmidzi Kemal F. dan dan ITB yang diwakili Kepala Pusat Mikroelektronika ITB, Trio Adiono menandatangani MoU Tentang Kerjasama Pengembangan Teknologi dan Produk Chipset. Penandatanganan dilakukan di Gedung Aula Timur ITB Bandung pada hari Selasa (9/12/2014).

 

Dengan dukungan regulasi TKDN dari pemerintah, Len akan menyiapkan produk 4G LTE baik untuk TDD maupun FDD. Saat ini Len sudah melakukan trial untuk 4G LTE FDD untuk Telkomsel, dan Len juga mentransformasi bisnisnya dari sekedar penyedia perangkat menjadi penyedia infrastruktur jaringan telekomunikasi.