PT Len Industri (Persero)

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki visi untuk menjadi motor penggerak industri di Tanah Air lewat kontribusi positif terhadap perekonomian negeri. Hal ini direalisasikan dengan pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan, Defence Industry Indonesia (DEFEND ID), yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir dan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto pada 20 April 2022 di Hanggar Kapal Selam PT PAL Indonesia Surabaya. Holding ini merupakan gabungan dari lima BUMN yang bergerak di bidang industri pertahanan yang terdiri dari PT Len Industri (Persero) sebagai induk dari DEFEND ID, yang beranggotakan PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana.

 

DEFEND ID memiliki visi untuk mewujudkan industri pertahanan Indonesia yang mandiri, kompetitif, dan dapat bersaing di pasar global. Selain itu melalui kolaborasi nasional, DEFEND ID memiliki target untuk menjadi Top 50 Defence Global Company di tahun 2024.

 

Erick Thohir mengamanatkan kepada DEFEND ID untuk mampu memperkuat ekosistem pertahanan nasional, tak hanya dengan anggota holding, melainkan juga kerja sama dengan BUMN lain dan TNI. Ia menambahkan pembentukan holding DEFEND ID mampu meminimalisir terjadinya tumpang tindih fokus bisnis masing-masing anggota.

 

DEFEND ID: TRANSFORMASI TINGKATKAN KONTRIBUSI INDUSTRI PERTAHANAN KEPADA NEGARA

 

DEFEND ID menangkap amanat tersebut sebagai motivasi bagi holding untuk mengakselerasi langkah transformasi dan menjadi lokomotif penggerak industri pertahanan Indonesia dengan terus melakukan inovasi dan transformasi. Tidak terbatasi dengan adanya pandemi Covid-19, DEFEND ID melihat potensi industri pertahanan Indonesia sebagai sebuah peluang besar untuk berdedikasi mendukung kemandirian industri pertahanan dalam rangka menjaga kedaulatan negara Republik Indonesia dan meningkatkan eksistensi holding di skala regional dan internasional.

 

Inovasi dan transformasi yang dilakukan oleh DEFEND ID sejalan dengan agenda G20 di Indonesia tahun 2022. “Membangun dunia yang lebih damai, stabil, dan sejahtera bersama”, dipilih menjadi tema yang digunakan G20 Foreign Ministers Meeting tahun 2022. Salah satu working groups di acara G20 tahun ini adalah “Perdagangan, Investasi, dan Industri”, dimana agenda ini berhubungan dengan DEFEND ID yang berfokus dalam mendorong industri pertahanan Indonesia.

 

Di tahun buku 2021, PT Len Industri (Persero) berhasil meraup pendapatan usaha sebanyak Rp. 4,78 triliun atau naik 57% dari tahun sebelumnya. PT DI, PT Pindad, PT PAL, dan PT Dahana juga melaporkan pendapatan tahun buku 2021, yang jika ditotalkan dengan PT Len Industri (Persero) DEFEND ID meraup Rp. 15,97 triliun, EBITDA konsolidasi sebesar Rp. 1,49 triliun, laba tahun berjalan konsolidasi sebesar Rp. 36 miliar, dan jumlah asset konsolidasi sebesar Rp. 40,96 triliun.

 

Kementerian BUMN dan DEFEND ID melakukan penandatanganan kontrak kerja sama, di antaranya kontrak pengadaan, kontrak MRO modernisasi 12 unit pesawat C130 antara PT Dirgantara Indonesia dan Kementerian Pertahanan. Serta kesepakatan MRO serta peningkatan kemampuan serta modernisasi kapal perang TNI-AL sebanyak 41 unit kapal perang, antara PT PAL Indonesia dan Kementerian Pertahanan senilai USD 1,1 miliar. Penandatanganan kontrak kerja sama ini menjadi bukti bahwa DEFEND ID melakukan progress pasca menjadi holding, dimana tiap anggota industri pertahanan yang tergabung dapat bekerjasama demi memenuhi amanat yang diberikan oleh pemerintah pusat.

 

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia perlu segera membangun kemandirian industri pertahanan dalam negeri. Jokowi juga ingin agar kerja sama di bidang internasional diperkuat sekaligus berinovasi untuk pengembangan industri pertahanan Indonesia. Sesuai dengan tujuan dibentuknya DEFEND ID, pada 17 Mei 2022 PT Len Industri (Persero) menandatangani kerjasama dengan perusahaan ternama Prancis, Thales, terkait kerjasama pembuatan 13 unit Radar Ground Controlled Interception (GCI). Hal ini tentu menjadi hal baik guna memenuhi kebutuhan alusista TNI.

 

Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Bobby Rasyidin, menjelaskan Holding BUMN Industri Pertahanan akan memberi manfaat tidak hanya bagi anggota holding dan pemerintah, tapi juga para pemangku kepentingan lainnya serta ekosistem pertahanan secara keseluruhan.

No content yet.