Dirjen Perkeretaapian Serahkan Sertifikat Uji Kelaikan Operasi Sistem Interlocking Len (SIL-02)

Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan telah melakukan uji kelaikan operasi atas salah satu produk PT Len Industri (Persero} yaitu Sistem Interlocking Len (SIL 02), atas hasil uji kelaikan operasi tersebut Kementerian Perhubungan mengesahkan dan mensertifikasi produk Len terrsebut sebagai produk yang laik untuk dioperasikan di dunia perkeretaapian khususnya di Indonesia. Sertifikat uji kelaikan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Bapak Tunjung Inderawan kepada Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Bapak Wahyuddin Bagenda pada tanggal 6 Agustus 2012 di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta.

 

SIL 02 adalah salah satu produk PT Len Industri (Persero) dalam bidang persinyalan kereta api yang didesain dan dikembangkan sepenuhnya oleh enjinir – enjinir muda bangsa Indonesia, yang telah diaplikasikan pada jalur – jalur kereta api di beberapa stasiun di sepanjang pulau Jawa dan Sumatera dalam mendukung program penggantian persinyalan mekanik menjadi persinyalan elektrik yang dilakukan Kementerian Perhubungan.

 

Proses sertifikasi tersebut dilakukan oleh Tim Sertifikasi yang beranggotakan ahli-ahli dari institusi-institusi yang berkompeten di dalam negeri diantaranya dari Kementerian Perhubungan, PT KA, BPPT, ITB, dan PENS-ITS.

 

Keberhasilan Len dalam pengembangan SIL-02 tidak lepas dari dukungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian yang telah memberikan kesempatan kepada Len untuk mengembangkan produk ini dan produk-produk baru berikutnya  mulai dari ikut memberikan saran desain, dukungan uji lapangan, dan dukungan pelaksanaan pengujian dan pengawalan.

 

Sistem persinyalan pada perkeretaapian memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keselamatan penumpang maupun barang. Sistem persinyalan sendiri adalah sistem yang mengatur pergerakan kereta api baik ketika berada di area stasiun maupun di petak jalan antara dua stasiun. Sistem persinyalan harus menjamin semua pergerakan kereta baik di area stasiun maupun pada petak jalan di antara dua stasiun berlangsung secara aman, oleh karenanya sistem -persinyalan harus berkinerja sangat baik dan teruji tingkat keselamatannya (safety level).

 

Sistem Interlocking Len (SIL 02)  telah memenuhi semua kriteria tersebut di atas, karena SIL 02 dikembangkan dan didesain dengan memenuhi standar – standar yang berlaku secara internasional maupun ketentuan – ketentuan khusus yang ditetapkan otoritas perkeretaapian di Indonesia. SIL 02 juga dikembangkan dan didesain oleh enjinir – enjinir PT Len Industri (Persero) yang telah menjadi anggota IRSE (Institution of Railway Signal Engineers) yang berarti telah mempunyai standar kualifikasi internasional .

 

SIL 02 dapat menjadi alternatif bagi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan akan interlocking system yang selama ini disuplai dari industri – industri asing seperti VPI, SSI,dan Westrace. SIL 02 juga merupakan sistem interlocking berbasis PLC (Programmable Logic Controller).

 

SIL 02 dikembang dan di desain dengan keunggulan :

 

1.     Full Electric Interlocking

Merupakan sistem Interlocking full electric yang mensupport semua jenis outdoor equipment elektrik dengan prinsip pengoperasian Entrance Exit (NX) dan secara fungsional setara dengan standar signaling processor (VPI, SSI, Westrace, dsb)

 

2.     Fail Safe

Mengacu kepada standar EN – 50129 untuk mendapatkan tingkat safety yang dibutuhkan untuk sistem persinyalan.

 

3.     High Reliability

Menggunakan komponen – komponen standar industri yang terbukti keandalannya.

 

4.     Simple & Compact

Didesain untuk memenuhi kebutuhan fungsional yang paling pokok tetapi effective dengan menghindari desain yang kompleks , sehingga dihasilkan desain yang simple dan kompak yang tidak memerlukan alokasi ruang yang besar.

 

5.     Low Cost (Competitive Budget)

Biaya development/construction, operasional, dan maintenance yang rendah, karena desain yang simple, penggunaan sumber daya lokal, dan harga komponen/spare part yang rendah.

 

6.     User Friendly

Didesain dengan memperhatikan kebutuhan operasional yang benar-benar sesuai dengan kondisi di Indonesia baik dari aspek teknis maupun aspek non-teknis.

 

7.     High Capability

Mampu mengontrol stasiun yang kecil hingga stasiun dengan kompleksitas tinggi, serta fleksibel terhadap pengembangan layout stasiun maupun pengembangan fungsi operasi.

 

8.     Upgradable

Dapat dikembangkan ke fungsi operasi yang lebih tinggi seperti CTC (Centralized Traffic Control) dan ATP (Automatic Train Protection).

 

9.     High Flexibility

Fleksibel terhadap berbagai konfigurasi sistem persinyalan, seperti alternatif penggunaan VDU atau LCP, penggunaan berbagai tipe sinyal, point machine, deteksi track, interfacing ke berbagai sistem interlocking, maupun interfacing ke sistem CTC.

 

10. High Availability

Menggunakan komponen-komponen standar industri yang mudah diperoleh di pasar dan dijamin kontinuitas ketersediaannya.

 

Kementerian Perhubungan RI bersama PT Len Industri (Persero) telah memiliki kesepahaman untuk terus menggunakan SIL 02 sebagai produk dalam negeri dalam rangka mendukung pemanfaatan  teknologi bangsa Indonesia yang pada akhirnya dapat membangun kemandirian bangsa Indonesia dalam bidang teknologi.  Salah satu kontribusi terbesar yang diharapkan dari SIL 02 adalah dukungan produk tersebut terhadap MP3EI (Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) khususnya pada mega proyek Jalur Ganda Jakarta-Surabaya.

 

Direktur Utama PT Len Industri ( Persero ) mengungkapkan bahwa produk persinyalan Len telah mampu bersaing secara global, dimana saat ini Len mampu bersaing dengan pemain – pemain internasional , dan ternyata  unggul di pasar lokal. Hal ini memotivasi Len untuk terus mengembangkan diri guna mewujudkan “kemandirian teknologi yang berdaya saing“  yang menjadi motto perjuangan PT Len Industri (Persero).

 

Bandung, 6 Agustus 2012
Humas PT Len Industri (Persero)