Kinerja 2010 dan Performansi 2011

PT Len Industri (Persero) (Len) yang berdiri pada tahun 1991 merupakan BUMN yang bergerak dalam bidang elektronika industri dan prasarana. Selama hampir20 tahun Len telah memberikan sumbangsih kepada Negara sebagai Pemegang Saham tidak hanya berupa deviden namun telah memberikan warna atas kemajuan yang dapat dicapai bangsa dalam pencapaian teknologi bidang elektronika industri dan prasarana. Sebut saja di bidang pemancar TV dan Radio dimana pada decade 1980 Len telah menjadi pioneer industri bidang tersebut. Saat ini Len bergerak di bidang Railway System yang dikenal dalam produk persinyalan KA. Disamping itu Len juga merupakan pelopor industri Modul Surya dan elektronika pertahanan khususnya Alkom. Dengan dasar kuat SDM yang memiliki kompetensi di berbagai bidang, maka bisnis Len saat ini terdiri dari Railway System, Navigation System, Renewable Energy, Telecommunication, Control System dan Defense Electronics.

Pada tahun 2010, pasar produk/sistem Len masih didominasi pada proyek-proyek pemerintah (APBN). Namun secara bertahap seiring dengan perkembangan pola bisnis serta teknologi, peluang-peluang pasar non APBN (BUMN dan Swasta) kini sudah mulai terbuka. Sebut saja pasar PLN di bidang Renewable Energy, Telkom dan Indosat di bidang Telekomunikasi serta Pelindo di bidang Control System.

Proyek-proyek yang dilakukan Len selama tahun 2010 antara lain persinyalan (stasiun Belawan, Prabumulih, Tulangan, Prupuk, Tarik), Simulator (ATKP Surabaya, Laboratorium Lalu Lintas Udara Curug dan Crane simulator Pelindo), ujicoba WiMAX, PLTS (PLN, BPPT, Pemda), Combat Management System dan sebagainya.

Atas bisnis yang dijalani perusahaan saat ini, kinerja perusahaan selama tahun 2010 memperlihatkan peningkatan yang sangat baik. Pencapaian kontrak baru yang mencapai 1,30 Trilyun atau naik sebesar 71,11 % dibandingkan dengan targetnya sebesar Rp 750 Milyar. Hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa dalam sejarah perusahaan. Pencapaian ini tentunya diiringi dengan kerja keras serta komitmen seluruh jajaran manajemen dan karyawan dalam mewujudkan Visi dan Misi perusahaan.

Realisasi pendapatan tahun 2010 tercapai Rp 957,65 Milyar atau 0,65 % lebih baik dibandingkan dengan targetnya dan tumbuh sebesar 7,16 % dibandingkan dengan tahun 2009 yakni sebesar Rp 893,64 Milyar. Sumber pendapatan tahun 2010 berasal dari lini-lini bisnis yang dijalankan oleh perusahaan selama ini dimana kontribusi terbesar masih didominasi oleh Lini Bisnis Railway System yakni sebesar 42,92 % dari total pendapatan, diikuti oleh Lini Bisnis Navigation System sebesar 20,27 %, Lini Bisnis Control System sebesar 25,03 %, Lini Bisnis Renewable Energy sebesar 6,25 %, Lini Bisnis Defence Electronics sebesar 4,9% serta Lini Bisnis Telecommunication sebesar 0,63%. Pada tahun 2010, seluruh anak perusahaan menyumbang pendapatan usaha sebesar Rp 206,93 Milyar atau sebesar 21,6 % dari total pendapatan usaha secara konsolidasi.

Pendapatan bersih pada tahun 2010 terealisasi sebesar Rp 27,5 Milyar atau mengalami pertumbuhan sebesar 72,32 % dibandingkan dengan tahun 2009 dan jika dibandingkan dengan target pada tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 5,72 %. Sementara Total Aset tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 142,25 % dibandingkan anggarannya. Selain karena pertumbuhan usahanya, pada tahun 2010 dilakukan kebijakan revaluasi atas aktiva tetap tanah dan bangunan sehingga memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kenaikan aset tetap perusahaan.

Tidak dilupakan selama tahun 2010, kegiatan pengembangan produk sebagai faktor kunci keberhasilan perusahaan dilakukan secara serius dimana produk hasil pengembangan telah tersertifikasi dan mulai diujicobakan di lapangan seperti WiMAX, solar modul dan Alkom HF Manpack. Selain itu pelaksanaan assesment GCG internal sebagai upaya perusahaan untuk meningkatkan tata kelola yang baik dilakukan oleh tim Internal perusahaan yang ditunjuk langsung oleh Direktur Utama. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengukur sejauh mana penerapan dari prinsip GCG tersebut pada seluruh organ perusahaan terkait dengan aktivitas dan aspek administratif seluruh parameter prinsip GCG. Sebagai dasar pembenahan kedepan, maka setiap temuan-temuan yang belum mencapai kondisi terbaik akan dijadikan acuan untuk perbaikan-perbaikan secara bertahap dan kontinu. Dari hasil assesment internal ini diperoleh skor GCG perusahaan pada tahun 2010 sebesar 77,57. Assesment eksternal dilakukan dalam periode 2 tahunan dan pada tahun 2009 telah dilakukan assesment eksternal dengan skor 69,07. Periode assesment eksternal selanjutnya akan dilakukan dengan perioda tahun 2011.

Melanjutkan pencapaian tahun 2010, perusahaan pada tahun 2011 menargetkan pendapatan minimal sebesar Rp. 1.210 Milyar atau naik minmal 25% dari tahun sebelumnya. Disamping itu dengan melakukan upaya-upaya efisiensi dan terobosan strategi di seluruh aspek, maka tahun 2011 ditargetkan pendapatan bersih perusahaan akan meningkat minimal sebesar Rp 36,5 Milyar atau naik minimal 30%. Ini berarti marjin atas pendapatan bersih perusahaan meningkat melebihi peningkatan pendapatannya.

Tahun 2011 merupakan tahun dimana Pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi dengan melibatkan swasta untuk bersama melakukan investasi dimana Pemerintah telah menggariskan dalam MP3EI (Masterplan Program Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia) dalam sistem koridor. Len sebagai BUMN didorong untuk lebih berperan aktif dalam mendukung program tersebut dimana penekanan utama pada aspek konektiviti.

Proyek-proyek tahun 2011 yang ditargetkan dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama menyangkut proyek-proyek yang reguler menjadi target Len seperti halnya di bidang Persinyalan melanjutkan pembangunan modernisasi sinyal pada stasiun-stasiun Kisaran, Tiga Gajah, Tarahan dan sebagainya, di bidang renewable energy (PLTS Bandara Perintis, PLN, BTS dan sebagainya), Telekomunikasi (WiMAX, modernisasi jaringan serat optik Telkom), Simulator untuk Lembaga-lembaga pendidikan dan sebagainya. Kelompok kedua yang penting menjadi target pada tahun 2011 adalah upaya Len untuk masuk pada proyek-proyek investasi sehingga pemilihan teknologi dapat lebih leluasa dimana ToT dan ToP untuk menumbuhkan kemandirian industri nasional dapat lebih baik. Disamping itu, dengan proyek investasi, negara akan diuntungkan karena terjadi percepatan investasi yang akan mengakselerasi pembangunan ekonomi untuk membayar investor (lokal) dan dari sisi Len proyek ini akan memberikan marjin yang signfikan. Proyek-proyek tersebut antara lain adalah proyek double track jalur Utara Jawa dengan sistem koridor, JATTS, Independent Power Plant dan sebagainya.

Bandung, 15 Juli 2011
Humas PT Len Industri

Berita terkait :