Konsisten Garap Proyek-Proyek Strategis Nasional

Jakarta, 03 Desember 2019

Siaran Pers Len

 Konsisten Garap Proyek-Proyek Strategis Nasional

Jakarta (03/12) – PT Len Industri (Persero) tahun ini tengah menggarap beberapa proyek strategis antara lain seperti LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Double-double Track Paket A Manggarai-Jatinegara, pembangunan 194 Stasiun Seismic Sensor Tsunami, Radar Pertahanan Medium Range, serta Taktikal Datalink.

 

Proyek-proyek tersebut di antaranya dikerjakan multiyear dan ada yang harus diselesaikan tahun ini. Lebih dari separuh pendapatan usaha, tepatnya 54,5%, berasal dari pasar swasta. Sedangkan sisanya 45,5% berasal dari dana APBN.

 

Membangun Industri PLTS Hingga Langkah Go Global

 

Menurut Direktur Utama Len, Zakky Gamal Yasin di bidang renewable energy, perusahaannya sudah memiliki consumer produk dengan nama LenSolar. Produk baru tersebut merupakan Sistem Rooftop PV yang dipasang di atap untuk memenuh kebutuhan listrik di rumah maupun perkantoran.

 

LenSOLAR menerapkan skema import dan export listrik dari dan ke jaringan lisrik regular, sehingga dapat menghemat tagihan listrik hingga 30% setiap bulannya.

 

“Kami juga baru saja bersama Pertamina dan PLN meneken kesepakatan kerja sama pembentukan suatu usaha patungan untuk melakukan pengelolaan proyek PLTS di lingkungan BUMN yang memiliki potensi 1,4 Giga Wattpeak, maupun untuk kebutuhan swasta. Sekarang sudah di tahap finalisasi skema bisnisnya,” ujar Zakky.

 

“Sekitar 2 bulan yang lalu kita menandatangani kerja sama dengan PLN dan BPPT untuk pengembangan dan pembangunan charging station. PLN berencanana membangun sekitar 180 titik bekerja sama dengan Pertamina. Kita dan BPPT menyiapkan teknologi dan peralatannya. Teknologi dan pemilihan jenis charging masih terus menjadi dinamika untuk penerapannya.”

 

Indonesia negara khatulistiwa yang kaya akan limpahan sinar matahari, Namun baru memanfaatkan kurang lebih 200 Mega Wattpeak dari sekitar 207,8 Giga Wattpeak potensi yang dimiliki, atau 6,5 Giga Wattpeak target di tahun 2025 . Usaha kerjasama tersebut diharapkan mampu menggenjot pemanfaatan tenaga matahari di Indonesia secara keseluruhan.

 

Zakky menjelaskan, “Di bidang pertahanan, BUMN Klaster Industri Pertahanan adalah salah satu yang didorong untuk terwujud di awal tahun depan. Kita baru saja ditunjuk menjadi ketua tim percepatan pengembangan industri pertahanan. Manfaatnya kalau kita bersatu mempermudah penetrasi pasar, aset dan ekuitas menjadi lebih besar sehingga mempermudah dalam pencarian pendanaan. Selanjutnya, bargaining power kita dalam negosiasi menjadi lebih besar. Kita terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan seberapa besar sih yang bisa diserap oleh industri pertahanan dalam negeri terkait kebutuhan alutsista.”

 

Pertumbuhan bisnis pertahanan ini sangat signifikan di Len, sesuai dengan keinginan pemerintah untuk lebih melibatkan perusahaan dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan alutsista. Perusahaan konsisten melakukan inovasi produk yang sifatnya vital dalam sebuah sistem pertahanan militer.

 

Produk hasil pengembangan sendiri contohnya adalah alat komunikasi radio taktikal dan tactical communication datalink. Datalink memiliki peran yang sangat strategis dalam sebuah perang modern karena memungkinkan terkoneksinya 3 matra (darat, udara, laut) untuk melakukan komunikasi dan pertukaran data dengan aman.

 

Sedangkan di bidang transportasi kereta, Len sebagai perusahaan lokal sudah terbiasa bersaing dengan perusahaan global untuk mendapatkan proyek-proyek dalam maupun luar negeri. LRT Jakarta sudah mulai beroperasi sejak pertengahan tahun 2019, LRT Jabodebek masih dalam proses pembangunan konstruksi, sedangkan Double-double Track Manggarai-Jatinegara ditargetkan selesai tahun 2020.

 

Di bidang ICT, tahun ini perusahaan sedang menyelesaikan pembangunan 194 stasiun sesmic dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), setelah dipercaya oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Penambahan sebanyak 194 alat ini diharapkan bisa membuat alur informasi lebih cepat jika gempa terjadi. Penambahan sensor juga bisa meningkatkan akurasi. Dengan demikian keseluruhan seismograf yang dimiliki BMKG akan berjumlah 364 unit di seluruh Indonesia.

 

Zakky mengatakan bahwa langkah go-global perusahaannya tak hanya berhenti di Bangladesh. Di bawah Konsorsium IRDC (Indonesia Railway Development Consortium), PT Len Industri bersama PT Inka, PT Waskita Karya dan PT KAI siap menggarap pasar Asia Selatan. Dan juga bersama IRDIA (Indonesia Railway Development Incorporated for Africa), PT Len Industri bersama PT Inka, PT Wijaya Karya, dan PT KAI siap menawarkan solusi kepada negara-negara Afrika.

 

PT Len Industri telah menggarap modifikasi persinyalan di Bangladesh 2 tahun lalu. Selain memiliki produk sendiri, Len dikenal memiliki keunggulan bersaing dalam memodifikasi produk persinyalan kereta dari beberapa vendor asing. Ini merupakan kelebihan yang dimiliki sebagai perusahaan teknologi yang memiliki daya saing global.

 

“Membidik emerging market, IRDC dan IRDIA menawarkan layanan total solusi untuk pengembangan proyek perkeretaapian. Mulai dari EPC hingga pendanaan proyek baik itu untuk main-line maupun transportasi urban. Untuk pendanaannya kita gandeng Indonesia Eximbank ,” imbuhnya.

 

Tercatat pada 15 Oktober tahun ini, IRDC sudah menandatangani kersepakatan kerja sama untuk pengembangan sistem transpotasi kereta jalur Thakek ke Vung Ang Port atau Development of The Laos-Vietnam Railway Project di sepanjang 257 km. Moda ini direncakan berupa kereta kontainer, batubara, potasium, dan kereta penumpang.

 

Tentang PT Len Industri

 

PT Len Industri (Persero) adalah perusahaan BUMN berbasis teknologi yang bergerak dalam bidang elektronika untuk industri dan prasarana. Kini Len memiliki lini bisnis, yaitu elektronika pertahanan, ICT (Information & Communication Technology), sistem navigasi, transportasi perkeretaapian, dan energi baru terbarukan.

 

Len memiliki peran vital dalam pembangunan dan pengoperasian Palapa Ring Paket Tengah, pembangunan dan pengoperasian 400 unit BTS Tenaga Surya tersebar di wilayah Indonesia, LenSolar (listrik tenaga surya untuk perumahan dan perkantoran), taktikal radio militer, LRT Sumatera Selatan, LRT Jabodetabek, LRT Jakarta, Skytrain Bandara Soekarno Hatta, serta Double Track Jalur Utara Cirebon-Surabaya.

 

Len merupakan perusahaan industri persinyalan kereta api satu-satunya Asia Tenggara, serta salah satu market leader dalam industri energi surya di Indonesia. PT Len Industri (Persero) berasal dari LEN (Lembaga Elektroteknika Nasional) yang berdiri sejak 1965 sebagai lembaga penelitian di bawah LIPI. Pada tahun 1991, LEN bertransformasi menjadi sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai entitas bisnis profesional dengan nama PT Len Industri (Persero).

 

Perusahaan berkomitmen untuk terus berinovasi dan berada di garda depan dalam berbagai sektor usaha di Indonesia. Saat ini Len berada di bawah koordinasi Kementerian BUMN RI dengan kepemilikan saham 100% oleh Pemerintah Republik Indonesia.

(**)

 

Salam,

Rastina Anggraeni

Manajer Komunikasi Korporasi

PT Len Industri (Persero)

Head Office : Jl. Soekarno Hatta 442 Bandung 40254

Telp: +62-22-5202682/Ext.321 Fax: +62-22-5202695

Jakarta Office : Jl. MT Haryono Kav 23 – Menara MTH, Lantai 17

Telp: +62-21-83782491