Len Industri Fokus Tingkatkan Kualitas SDM melalui CSR

BANDUNG (14/07/20) – Sejak 1993, PT Len Industri tidak pernah absen menyalurkan dana Corporate Social Reponsilibity (CSR) sebagai tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat. Namun berbeda dari biasanya, tahun ini, Len Industri menyalurkan sebagian besar dana CSR perusahaan untuk penanggulangan Covid-19.

 

Donny Gunawan, Manager Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) menjelaskan bahwa pada awalnya dana CSR ini akan dialokasikan untuk agenda Mudik Gratis BUMN yang sudah terselenggara selama 2 tahun terakhir, namun karena adanya pandemi Covid-19 ini, maka Len Industri melalui Bagian PKBL mengalihkan penggunaan dana CSR tersebut.

Len Industri Fokus Tingkatkan Kualitas SDM melalui CSR 2

“Sejak April lalu, Len Industri ditugaskan menjadi koordinator penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bandung. Sejak itu memang kita lebih fokus ke sana,” jelas Donny.

 

Len Industri menyalurkan total Rp1 milyar dana CSR berupa bantuan alat kesehatan seperti rapid test, masker, APD dan hand-sanitizer untuk tenaga medis di beberapa rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten dan Kota Bandung. Selain itu, Len Industri juga menyalurkan bantuan berupa penyemprotan disinfektan, pembagiaan masker dan hand-sanitizer, serta membagikan sembako gratis untuk masyarakat terdampak Covid-19.

 

Menurut Donny, saat ini yang menjadi prioritas utama adalah membantu masyarakat untuk menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan menerapkan protokol-protokol kesehatan. Disiplin masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan sangat diperlukan untuk menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini menjadi dasar komitmen Len Industri ke depan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan melalui CSR.

 

“Kita memiliki misi untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, mengalami tingkat pertumbuhan kesejahteraan bersama. Jadi memang peningkatan kualitas sumber daya manusia akan menjadi prioritas kita ke depannya. Nah, sekarang penekanannya lebih ke bidang kesehatan dan pendidikan,” jelas Donny.

 

Selain bantuan berupa alat kesehatan, obat-obatan, sarana non-medis, dan bantuan sembako, Len Industri juga akan menyalurkan dana CSR berupa bantuan sarana air bersih dan pembuangan sampah yang diharapkan kegunaannya bisa langsung dinikmati oleh masyarakat. Selain menjaga kesehatan, masyarakat juga dihimbau untuk menjaga kebersihan. Harapannya, kebiasaan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan ini menjadi kebiasan baru di masyarakat.

 

Di bidang pendidikan, Len Industri telah berupaya untuk mengadakan pelatihan-pelatihan daring yang ditargetkan bagi masyarakat luas. Berkaca dari keberhasilan Len Industri pada penyelenggaraan pelatihan UMKM bekerja sama dengan LPM Universitas Pasundan dengan tema “Menjadi UKM Inovatif dan Produktif di Era New Normal” yang disambut baik oleh masyarakat.

 

Pelatihan daring ini diikuti oleh lebih dari 400 peserta nasional bahkan internasional. Keberhasilan ini menjadi peluang yang baik bagi Len Industri untuk mengadakan pelatihan-pelatihan daring lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

 

“Saat ini, kita tidak tahu sampai kapan kondisi ini (pandemik) akan berlangsung. Jadi konsepnya sekarang kita masih wait and see. Ke depannya kita akan merancang program-program yang disesuaikan dengan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dan membentuk infrastruktur yang mendukung ke arah itu,” tuturnya. (*)