Masih Menguntungkan, Len Tetap Kerjakan Proyek Persinyalan

Kepercayaan diri Len muncul seiring dengan pencanangan program revitalisasi kereta api oleh pemerintah dalam hal ini Dirjen Perkeretaapian. Dituturkan oleh Direktur Pemasaran PT Len Abraham Mosse kepada detikbandung, baru 40 persen dari seluruh stasiun kereta api di Indonesia yang sudah mengadopsi modernisasi infrastruktur berupa peningkatan sistem manual ke elektrifikasi sinyal.
“Di pulau Jawa baru 40 persen pakai sinyal listrik. Sisanya 60 persen belum. Ini pasar yang cukup besar dan masih cukup banyak proyek yang bisa dikerjakan,” tuturnya, Senin (14/9/2009).
Abraham mencontohkan proyek terakhir yang mereka tangani adalah modifikasi sinyal elektrifikasi di jalur Tegal-Pekalongan dan Cirebon-Kroya, yang baru saja diresmikan. “Nilai kontraknya berkisar Rp 80 miliar. Dan kita mampu menyelesaikan tepat waktu, lebih murah dan dengan kualitas yang bagus,” katanya.
Padahal, imbuhnya, proyek tersebut jika dikerjakan oleh vendor asing akan menghabiskan anggaran negara sebesar Rp 350 miliar. “Ya kita bisa lebih murah karena yang mengerjakan 100 persen insinyur kebanggaan negeri. Proyek ini dikerjakan oleh anak bangsa,” katanya bangga.
Pembaruan sistem sinyal terbukti memperlancar persilangan lintas blok, sehingga total perjalanan per kereta bisa lebih cepat 30 menit dari biasanya.
“Selain lebih cepat, total kereta yang masuk stasiun juga bisa naik 100 persen. Jadi, dengan indikator-indikator ini, kami optimitistis bahwa pemerintah bisa memercayakan kembali proyeknya kepada kami,” katanya.
Abraham mengungkapkan pihaknya optimistis sebab merasa memiliki pengalaman cukup panjang dalam jaringan sinyal kereta, setelah pertama terlibat proyek Konsentrasi Double Track Cikampek Cirebon (KDTCC) pada 1997 lalu.
Di sisi lain, sambung dia, pihaknya bisa lebih cepat menangani proyek dibandingkan vendor asing. Misalnya jalur Tegal-Pekalongan tadi yang bisa dikerjakan lebih cepat empat bulan dari jadwal awal. “Jika vendor besar semacam Alstom dan Siemens perlu waktu sedikitnya dua tahun saat KDTCC lalu, maka setelah dialihkan ke kami, PT Len hanya perlu tujuh bulan saja dengan anggaran kurang dari separuhnya. Kepercayaan dari pemerintah mulai tumbuh,” pungkasnya. (afz/tya)
Andrian Fauzi – detikBandung

Source :Hukum & Humas Len