Pemerintah Diminta Berdayakan Produk Solar Cell Dalam Negeri

KINERJA PT LEN Pemerintah Diminta Berdayakan Produk Solar Cell Dalam Negeri Rabu, 25 Nopember 2009 JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah diminta menerbitkan kebijakan yang bisa melindungi produk dengan teknologi penggunaan tenaga surya (solar cell) yang telah dikembangkan oleh sejumlah produsen di dalam negeri.

Dengan ini, diharapkan produksi solar cell nasional dapat memenuhi kebutuhan di pasar domestik dan bahkan bisa menembus pasar global. “Kita minta proteksi dari pemerintah agar teknologi bisa berkembang. Untuk tahap awal, jangan memilih membeli produk asing ketimbang menggunakan produk domestik,” kata Direktur PT Lembaga Elektronika Nasional (LEN) Abraham Mose di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut dia, tanpa dukungan dan perhatian dari pemerintah, maka produk solar cell dari dalam negeri akan sulit bersaing di era pasar bebas seperti saat ini.

Dalam pengembangan solar cell, selama ini Len kalah bersaing dengan produk asing hanya karena harganya lebih murah. Padahal dari sisi kualitas, produk Len jauh lebih tinggi dibanding produk impor yang kini beredar di pasaran. Dia juga menyayangkan perilaku pasar yang tidak selektif, khususnya dari sisi kualitas serta hanya melihat faktor harga yang lebih murah.

PT Len sendiri memproduksi solar cell dengan kualitas yang jauh lebih baik dibanding produk asing, terutama dari China yang kian gencar melakukan penetrasi ke pasar domestik. Lebih jauh Abraham mengatakan, produk impor, khususnya dari China, bebas masuk ke pasar dalam negeri dan membanjiri pasar domestik. Jika dibiarkan, maka dipastikan akan mengganggu produksi industri di dalam negeri. “Bahkan China memproduksi khusus untuk dipasarkan di Indonesia. Jadi tidak ada perlindungan pasar domestik oleh pemerintah, khususnya terkait produk yang mengusung teknologi tinggi. Tidak ada kebijakan yang mengatur agar produk dalam negeri bisa terlindungi. Sementara produk impor dibebaskan masuk. Seharusnya ada aturan proteksi,” ucapnya.

Sementar itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah sudah menunjuk PT Len sebagai satu-satunya produsen solar cell untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik tenaga surya 50 megawatt (MW) per tahun. “Kita sudah putuskan ingin bangun pembangkit bertenaga surya dan Lenyang diberi tugas untuk membangun solar cell,” katanya. Menurut Hatta, pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan produk solar cell dari Len sehingga ke depan tidak perlu mengimpor dari China. Ini sudah menjadi kebijakan nasional dan sebagai rangkaian kebijakan energi nasional. “Presiden sudah meminta untuk mengembangkan energi solar cell. Saya sudah mengundang PT Len untuk mengembangkan cell-cell surya di Tanah Air.

Jadi, kita memang memerlukan industri untuk memproduksi solar cell,” ujar dia. Dia menambahkan, hingga saat ini PT Len sudah mengembangkan komponen lokal untuk produk teknologi solar cell hingga 90 persen. “Tetapi, yang 10 persen itu hanya yang paling vital, yaitu panel suryanya. Umumnya ini masih diimpor,” tutur Hatta. (Indra)
Artikel asli  : www.suarakarya-online.com Rabu, 25 Nopember 2009

 

Source :Hukum & Humas Len