PT Len Industri Raih Dua Penghargaan ASEAN

Jakarta (14/09/19) – PT Len Industri (Persero) meraih 2 (dua) penghargaan ASEAN Engineering Achievement Award for The Year 2019 pada ajang CAFEO 37 atau Konferensi Insinyur ASEAN yang ke-37 di JIExpo, Kemayoran Jakarta Pusat (13/09). Penghargaan diberikan oleh Ketua Umum PII, Heru Dewanto  kepada Direktur Operasi 1 Len Industri, Linus Andor M. Sijabat malam tadi.

 

Kedua penghargaan tersebut diraih berkat kontribusi Len Industri dalam menyediakan solusi sistem persinyalan urban transit di Indonesia, seperti LRT Sumatera Selatan dan LRT Jakarta. Yang kedua adalah berkat penyelesaian pembangunan sistem IPP (Independent Power Producer) PLTS 5 MWp di Provinsi NTT yang merupakan IPP pertama di Indonesia dan PLTS terbesar pada masa itu.

 

Linus menjelaskan, “Tahun ini merupakan tahun kedua Len Industri meraih penghargaan CAFEO. Saya pribadi sangat bangga, karena para insinyur dalam negeri mampu berbuat banyak dan memberikan yang terbaik. Terima kasih kepada PII (Persatuan Insinyur Indonesia) kepercayaan dan dukungannya kepada kita. Ini merupakan pencapaian besar buat perusahaan karena proyek yang kita selesaikan sudah diakui di level internasional.”

 

Keberhasilan pembangunan moda transportasi urban transit maupun IPP PLTS di Kupang, NTT diharapkan dapat menginspirasi pembangunan IPP PLTS serta moda transportasi serupa untuk daerah atau kota-kota besar lainnya, dimana insinyur tanah air ikut berperan besar di dalamnya.

 

Dua hari sebelumnya, sebanyak 35 insinyur PT Len Industri (Persero) menerima sertifikasi dan medali AER (ASEAN Engineer Register) pada ajang ini. Indonesia menjadi penerima terbanyak yakni 414 insinyur dari total 816 penerima di semua organisasi keinsinyuran ASEAN.

 

Pembukaan Konferensi Insinyur ASEAN yang ke-37 (CAFEO 37th – Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations 2019) dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo dan diselenggarakan pada tanggal 11-13 Septemember 2019 di JIExpo, Kemayoran Jakarta Pusat. Penyelenggaraan CAFEO dituan rumahi secara bergantian setiap tahunnya oleh 10 negara anggota ASEAN.

 

CAFEO 37th dihadiri delegasi dari 10 organisasi keinsinyuran se-ASEAN yaitu PII (Persatuan Insinyur Indonesia), IES (The Institution of Engineering Singapore), IEM (The Institution of Engineering Malaysia), PUJA (Pertubuhan Ukur Jurutera & Arkitek), PTC (The Philipine Technological Council), EIT (The Engineering Institute of Thailand), BEC (Board of Engineers Cambodia), LUSEA (Lao Union of Science and Engineering Associations), MES (Myanmar Engineering Society) and Vusta (Vietnam Union of Science and Technology).
(**)