SINYAL KERETA API ADALAH LEN

MAJALAH BUMN TRACK

 

No. 27 Tahun III Oktober 2009, Hal : 24-25

 

Program revitalisasi sarana dan prasarana perkeretaapian yang dicanangkan pemerintah ternyata membawa berkah bagi PT Len Industri (Persero). Kini, hampir 80% persinyalan kereta api, adalah buah karya BUMN yang bermarkas di Kota Kembang tersebut.

 

Kemampuan memproduksi sinyal kereta api membuat Len berhasil memenangkan proyek pengadaan sistem persinyalan jalur ganda (double track) rute Pekalongan-Tegal dan Cirebon-Kroya. Peresmian proyek itu dilakukan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Stasiun Besar Jakarta Kota, Rabu 9 September 2009. Hadir pula Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, serta beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu Iainnya seperti Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani dan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil. Selain itu, diresmikan pula pengoperasian 75 kereta api dan dua lokomotif.

 

Sistem persinyalan kereta api yang dibangun Len berfungsi untuk melayani operasi jalur ganda antara stasiun Pemalang-Surodadi-Larangan pada rute Pekalongan-Tegal dan stasiun Punvokerto-Patuguran pada rute Cirebon-Kroya. Sebelumnya, kedua lintas itu menggunakan sistem untuk jalur tunggal. Sistem yang terpasang juga dapat lebih ditingkatkan lagi kapasitasnya sehingga siap mendukung kelanjutan proyek jalur ganda secara keseluruhan baik jalur Pekalongan-Tegal maupun Cirebon-Kroya.

 

Menurut Direktur Pemasaran PT Len Industri Abraham Mose, nilai kontrak keseluruhan kedua proyek itu mencapai Rp79,8 miliar dengan perincian Rp30,8 miliar di jalur Pekalongan-Tegal dan Rp49 miliar pada jalur Cirebon-Kroya. Proyek itu sepenuhnya para insiyur Len yang telah memiliki kemampuan modifikasi dari jalur tunggal ke jalur ganda dengan waktu pengerjaan selama satu tahun.

 

“Kami terbukti mampu menyelesaikan proyek sinyal ganda lebih cepat dengan biaya yang lebih hemat ketimbang kontraktor asing. Jika mereka biasanya memerlukan waktu dua tahun tapi Len mampu merampungkannya sekitar satu tahun. Sebagai perbandingan, persinyalan jalur ganda Kutoarjo-Yogyakarta untuk 11 stasiun oleh kontraktor asing dikerjakan dengan biaya sekitar Rp350 miliar sedangkan jalur Purwokerto-Patuguran untuk 5 stasiun mampu dikerjakan Len dengan biaya Rp50 miliar. Jadi, kami hanya membutuhkan biaya 30 persen dari biaya yang dibutuhkan kontraktor asing untuk menyelesaikan pekerjaan yang sama,” ujar Abraham.

 

Dalam pengerjaan proyek itu Len membangun empat sistem interlocking yang dimodifikasi menjadi sistem interlocking jalur ganda, 49 unit pendeteksi kereta api baru, 20 unit motor wesel baru, lima node SDH backbone telekomunikasi baru, empat perangkat pengamanan perlintasan baru, dan 18 1 kilometer kabel. Pembangunan janlur ganda jalur Pekalongan-Tegal dan Cirebon-Kroya selain dapat meningkatkan keselamatan kereta api juga dapat meningkatkan kapasitas lintas kereta api. Jika jalur Pekalonga-Tegal sebelumnya dilintasi 67 kereta api per hari saat ini menjadi 134 kereta api per hari setelah digunakannya sistem ganda. Sedangkan jalur Cirebon-Kroya dari 117 kereta api menjadi 234 kereta api per hari.

 

Selain itu, Len juga dipercaya Departemen Perhubungan untuk membangun jalur elektrifikasi pada jalur Serpong-Parung Panjang, Banten. Jalur ini merupakan salah satu proyek elektrifikas KRL jalur barat hingga Maja sepanjang 57,l kilometer yang diperkirakan selesai pada tahun 201 1. Peresmiannya dilakukan bersamaan dengan penggunaan Stasiun Jurangmangu dan peremajaan stasiun Rawabuntu oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, pada 16 September 2009, di Banten.