Kode Etik dan Tata Perilaku

____________________________________________________

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang dan Tata Perilaku (Code of Conduct)

PT Len Industri (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), berkomitmen untuk melaksanakan praktik-praktik Good Corporate Governance atau Tata Kelola perusahaan yang baik sebagai bagian dari usaha untuk pencapaian Visi dan Misi perusahaan. Penyusunan Code of Conduct ini merupakan salah satu wujud komitmen tersebut dan menjabarkan nilai-nilai dalam Budaya Kerja PT Len Industri (Persero) ke dalam interpretasi perilaku yang terkait dengan etika usaha dan tata perilaku.

Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) ini disusun untuk menjadi acuan perilaku bagi Komisaris termasuk perangkatnya, Direksi dan karyawan sebagai Insan Len dalam mengelola perusahaan guna mencapai Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan melalui peningkatan daya saing dan memberikan nilai tambah kepada perusahaan.

 

B.    Tujuan Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct)

Penerapan Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) ini dimaksudkan untuk:
a.    Mengidentifikasikan nilai-nilai dan standar etika selaras dengan Visi dan Misi perusahaan.
b.    Menjabarkan Tata Nilai sebagai landasan etika yang harus diikuti oleh Insan Len dalam melaksanakan tugas.
c.    Menjadi acuan perilaku Insan Len dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing dan berinteraksi dengan stakeholders perusahaan.
d.    Menjelaskan secara rinci standar etika agar Insan Len dapat menilai bentuk kegiatan yang diinginkan dan membantu memberikan pertimbangan jika menemui keragu-raguan dalam bertindak.

 

C.    Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan

 

1.    Visi Perusahaan
PT Len Industri (Persero) adalah satu-satunya BUMN yang bergerak dalam bisnis elektronika industri dan infrastruktur. Arah pengembangan perusahaan dijelaskan dalam visi perusahaan, yaitu:
“Menjadi Perusahaan Elektronika Kelas Dunia”. Dengan penetapan visi tersebut, diharapkan perusahaan dapat beroperasi dengan standar bisnis internasional serta mampu bermain di pasar global.

Usaha untuk mencapai visi perusahaan tersebut, tercermin dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan Tahun 2012–2016 dengan skenario pengembangan perusahaan yang dibagi dalam 3 (tiga) periode, yaitu:

1.    Periode Penguatan Basis Manufaktur dan Bisnis Kontraktor/EPC (Engineering, Procurement dan Contractor) (2012)
2.    Periode National Standard & Domestic Player (2013-2014)
3.    Periode Global Standard & Regional Player (2015-2016)

 

2.    Misi Perusahaan
Misi perusahaan ditetapkan sebagai berikut:
“Meningkatkan Kesejahteraan Stakeholder Melalui Inovasi Produk Elektronika Industri dan Prasarana “
Dengan misi tersebut perusahaan mempunyai komitmen untuk selalu meningkatkan benefit kepada seluruh stakeholder. Kepada pelanggan, perusahaan akan senantiasa memberikan layanan produk dan jasa dengan kualitas tinggi, harga yang kompetitif serta pelayanan yang memuaskan. Sedangkan kepada karyawan, perusahaan akan memberikan penghasilan yang baik, jaminan kelangsungan kerja, sistem karir yang memadai serta rasa kebanggaan kepada perusahaan. Kepada pemegang saham, perusahaan mempunyai komitmen untuk selalu meningkatkan dividen serta nilai pasar (market value) perusahaan. Demikian pula untuk stakeholder lainnya (masyarakat, pemerintah dan lain-lain), perusahaan akan memberikan benefit sesuai dengan porsinya.

Faktor kunci sukses Len yang dijabarkan dalam misi tersebut adalah melakukan inovasi produk elektronika yang berorientasi pasar melalui perbaikan yang berkelanjutan (continuous product improvement) disertai penguasaan teknologi. Selanjutnya bidang elektronika yang menjadi garapan utama adalah produk elektronika industri (barang-barang modal untuk industri dan vendor item) serta elektronika prasarana (infrastruktur swasta/BUMN/Pemerintah).

 

3.    Tujuan Perusahaan
Tujuan perusahaan adalah :
“Turut melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional pada umumnya dan khususnya dalam bidang Industri Elektronika dan Prasarana, yang mencakup bidang-bidang Broadcasting, Multimedia, Teknologi Informasi, Elektronika Daya, Elektronika Energi, Jaringan Telekomunikasi, Sistem Pengendalian dan Pengaturan, Navigasi, Persinyalan Kereta Api, Elektronika Kelautan (Maritim), Elektronika Penerbangan (Avionics), Elektronika Pertahanan baik perangkat lunak maupun perangkat kerasnya, selanjutnya disebut Elektronika Industri dan Prasarana serta rekayasa di bidang keteknikan lainnya serta optimalisasi aset-aset Perseroan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.”

 

D.    Nilai Budaya

 

Budaya Kerja PT Len Industri (Persero) adalah 442-ICE yang terdiri dari nilai-nilai untuk membangun :

Personal Character. Nilai-nilai budaya 4-I :

  • Integrity (Integritas). Setiap  insan  memiliki  pandangan  dan  pemikiran  bahwa  dirinya  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perusahaan dan selalu ingin  bersikap jujur dan memberikan kontribusi positif kepada perusahaan.
  • Innovation (Inovasi). Setiap insan memiliki sikap kreatif dan dapat mengembangkan ide -ide (out of the box) serta mampu menjabarkan ide-ide tersebut secara operasional .
  • Independence (Independensi). Setiap  insan  memiliki  kemandirian  dalam  berpikir,  bertindak,  bekerja  dan berani  mengambil  keputusan  dengan  memperhitungkan  risiko  yang bertanggung jawab.
  • Insistence (Pantang Menyerah). Setiap  insan  memiliki  semangat  yang  tinggi,  gigih,  pantang  menyerah,  dan berusaha  keras  untuk  kepentingan  perusahaan  dan  memiliki  motivasi  yang tinggi untuk mengembangkan perusahaan.

 

Working Principle. Nilai-nilai budaya  4-C  :

  • Customer Focus (Fokus Pada Pelanggan). Setiap  insan  fokus  terhadap  kebutuhan  dan  keinginan  Pelanggan  dan berusaha  untuk  memenuhi  kebutuhan  dan  keinginan  tersebut  dalam mewujudkan kepuasan Pelanggan.
  • Continuous Improvement (Perbaikan Berkesinambungan). Setiap  insan  berusaha  melakukan  perbaikan -perbaikan  terhadap  kualitas produk dan jasa secara berkesinambungan.
  • Commitment (Komitmen). Setiap  insan  memiliki  ikatan  yang  kuat  terhadap  pekerjaan  dan  selalu berusaha menghasilkan yang terbaik.
  • Competence (Kompetensi). Setiap insan memiliki kemampuan yang sesuai dengan  kebutuhan karyawanan dan selalu berusaha meningkatkan kemampuan.

 

Performance. Nilai-nilai budaya 2-E :

  • Effectiveness (Efektivitas). Setiap insan menghasilkan produk atau jasa yang sesuai dengan target atau standar ditinjau dari sudut kualitas, biaya, dan waktu.
  • Efficiency (Efisiensi). Setiap insan menghasilkan produk atau jasa dengan cara yang tepat, sehingga terjadi keseimbangan antara keluaran (output) dan masukan (input).

 

E.    Tanggung Jawab

 

1.    Insan Len

  1. Mempelajari secara detil Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) yang terkait dengan pekerjaannya. Setiap Insan Len harus memahami standar etika yang dituangkan dalam Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) ini;
  2. Menghubungi atasan langsung, Unit Kerja Corporate Secretary, Unit Kerja Human Capital & General Affairs, atau pihak-pihak yang telah ditetapkan oleh Direksi, apabila Insan Len mempunyai pertanyaan mengenai pelaksanaan Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct);
  3. Segera membicarakan kepada pihak-pihak yang telah ditetapkan oleh Direksi, setiap dijumpai masalah mengenai kemungkinan pelanggaran terhadap Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct);
  4. Memahami prosedur yang dipakai untuk memberitahukan atau melaporkan kemungkinan pelanggaran terhadap Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct);
  5. Bersedia untuk bekerjasama dalam proses investigasi terhadap kemungkinan pelanggaran terhadap Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct).

 

2.    Pemimpin Len

1.    Membangun dan menjaga budaya kepatuhan terhadap Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) melalui:

  • Secara pribadi mendorong kepatuhan terhadap Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct);
  • Melakukan pengawasan secara teratur mengenai program-program yang bertujuan untuk mendorong kepatuhan Insan Len terhadap Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct);
  • Memberikan contoh yang baik dalam cara bersikap maupun dalam bertindak sehari-hari.

2.    Memastikan bahwa setiap Insan Len mengerti bahwa ketaatan atas Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) sama pentingnya dengan pencapaian unjuk kerja.

3.    Mendorong Insan Len untuk bertanya mengenai berbagai masalah integritas dan etika bisnis.

4.    Mempertimbangkan masalah kepatuhan terhadap Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) dalam mengevaluasi dan memberikan penghargaan pada Insan Len.

5.    Mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran terhadap Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku Perusahaan (Code of Conduct) melalui upaya :

  • Memastikan bahwa risiko kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) yang berhubungan dengan proses bisnis dapat diidentifikasi secara dini dan sistematis;
  • Melakukan identifikasi dan melaporkan sesuai prosedur yang ditetapkan terhadap kegiatan anak perusahaan, afiliasi serta mitra kerja yang dapat menimbulkan kemungkinan pelanggaran terhadap Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct);
  • Memastikan dilaksanakannya pendidikan dan pelatihan tentang Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) bagi seluruh Insan Len, anak perusahaan, afiliasi dan melakukan sosialisasi kepada mitra kerja agar pihak-pihak tersebut mengerti dan memahami Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) secara menyeluruh.

6.    Melakukan deteksi atas kemungkinan pelanggaran terhadap Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) melalui:

  • Menerapkan pengawasan melekat untuk memperkecil resiko kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct);
  • Menciptakan sistem pelaporan atas kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) yang sesuai untuk melindungi kerahasiaan dari Insan Len yang melaporkan;
  • Memastikan dilaksanakannya evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) oleh Satuan Pengawasan Internal untuk menilai efektivitas pelaksanaan dan cara memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada.

7.    Menindaklanjuti laporan kemungkinan terjadinya pelanggaran atas Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct) melalui:

  • Memperbaiki secara cepat kekurangan yang dijumpai dalam penilaian kepatuhan atas pelaksanaan Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (Code of Conduct);
  • Memberikan tindakan-tindakan indisipliner yang sesuai;
  • Melakukan konsultasi dengan Corporate Secretary cq Unit Kerja Legal dan Satuan Pengawasan Internal, serta Unit Kerja Human Capital & General Affairs jika pelanggaran terhadap Pedoman Etika Usaha dan Tata Perilaku (iii) yang terjadi memerlukan campur tangan penegak hukum atau pihak yang berwajib.

 

____________________________________________________

STANDAR ETIKA

 

Etika Perusahaan dengan Karyawan

Len memperlakukan karyawan secara setara (fair) dan tidak membedakan suku, agama, ras dan antar golongan dalam segala aspek. Len menyadari bahwa karyawan mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan Perusahaan. Oleh karena itu setiap karyawan dituntut dapat berpartisipasi dan berperan aktif dengan jalan meningkatkan produksi dan produktivitas kerja melalui hubungan yang dinamis, harmonis, selaras, serasi dan seimbang antara Perusahaan dan karyawan.

Dalam melaksanakan etika ini, Perusahaan:

  1. Mengacu kepada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dalam hal kesejahteraan karyawan, penyediaan sarana dan prasarana kerja.
  2. Melaksanakan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) secara konsisten.
  3. Memastikan setiap karyawan telah mendapat sosialisasi isi PKB.
  4. Menempatkan Ikatan Karyawan Len (IKL) sebagai mitra Perusahaan terkait dengan hubungan industrial.

 

 

Etika Perusahaan dengan Pelanggan

Len mengutamakan kepuasan dan kepercayaan pelanggan dengan:

  1. Menjual produk sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.
  2. Membuka layanan pelanggan dan menindaklanjuti keluhan pelanggan tanpa melakukan diskriminasi terhadap pelanggan.
  3. Melakukan promosi yang berkesinambungan secara sehat, fair, jujur, tidak menyesatkan serta diterima oleh norma-norma masyarakat.

 

 

Etika Perusahaan dengan Pesaing

Len menempatkan pesaing sebagai pemacu peningkatan diri dan introspeksi dengan cara:

  1. Melakukan market research dan market intelligent untuk mengetahui posisi pesaing.
  2. Melakukan persaingan yang sehat dengan mengedepankan keunggulan produk dan layanan yang bermutu.

 

 

Etika Perusahaan dengan Pemasok

Len meningkatkan iklim saling percaya, menghargai, dan memupuk kebersamaan dengan pemasok sesuai dengan kaidah-kaidah bisnis yang berlaku dengan cara :

  1. Menetapkan penyedia barang dan jasa berdasarkan kepada kemampuan dan prestasi.
  2. Melaksanakan pembayaran kepada penyedia barang dan jasa dengan tepat waktu dan tepat jumlah.
  3. Menjatuhkan sanksi yang tegas terhadap penyedia barang dan jasa yang melakukan pelanggaran.
  4. Memelihara komunikasi yang baik dengan penyedia barang dan jasa termasuk menindaklanjuti keluhan dan keberatan.
  5. Menerapkan teknologi pengadaan barang dan jasa terkini (misalnya e-procurement).

 

Etika Perusahaan dengan Mitra Kerja

Len meningkatkan iklim saling percaya, menghargai, dan memupuk kebersamaan dengan mitra kerja sesuai dengan kaidah-kaidah bisnis yang berlaku dengan cara:

  1. Membuat perjanjian kerja yang berimbang dan saling menguntungkan dengan mitra kerja dan tidak melanggar aturan dan prosedur.
  2. Mengutamakan pencapaian hasil optimal sesuai standar yang berlaku dan terbaik.
  3. Membangun komunikasi secara intensif dengan mitra kerja untuk mencari solusi yang terbaik dalam rangka peningkatan kinerja.

 

Etika Perusahaan dengan Kreditur /Investor

Len menerima pinjaman/penanaman modal hanya ditujukan untuk kepentingan bisnis dan peningkatan nilai tambah Perusahaan dengan cara:

  • Menyediakan informasi yang aktual dan prospektif bagi calon kreditur/investor.
  • Memilih kreditur/investor berdasarkan aspek kredibilitas dan bonafiditas yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Menerima pinjaman/penanaman modal yang diikat melalui perjanjian yang sah dengan klausul perjanjian yang mengedepankan prinsip kewajaran (fairness).
  • Berkomitmen untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur/Investor sesuai perjanjian yang telah disepakati bersama.
  • Melakukan atau tidak melakukan sesuatu untuk melindungi kepentingan kreditur/Investor sesuai perjanjian yang telah disepakati bersama.
  • Berkomitmen melaksanakan kegiatan bisnis dengan sebaik-baiknya dan berhasil dalam upaya memberikan imbal balik yang wajar kepada investor.
  • Menghindari benturan kepentingan dengan kreditur/investor.
  • Mendasarkan hubungan dengan kreditur/investor pada persamaan, kesetaraan dan saling percaya
  • Memberikan informasi tentang penggunaan dana untuk meningkatkan kepercayaan kreditur/investor.
  • Menjajaki peluang bisnis dengan kreditur/Investor untuk meningkatkan pertumbuhan Perusahaan.

 

 

Etika Perusahaan dengan Pemerintah

Len berkomitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan cara:

  1. Membina hubungan dan komunikasi yang baik dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.
  2. Menerapkan standar terbaik (best practices) dengan memperhatikan peraturan yangberlaku mengenai kualitas produk, kesehatan, keselamatan, lingkungan dan pelayanan.

 

Etika Perusahaan dengan Masyarakat

Len melaksanakan program tanggung jawab sosial dan dapat bersinergi dengan program-program Pemerintah terkait, dengan cara:

  1. Memberi kesempatan kepada masyarakat yang ingin mengetahui kegiatan-kegiatan Perusahaan dalam batas tertentu.
  2. Mengoptimalkan penyaluran program-program bantuan Perusahaan kepada masyarakat.
  3. Melarang karyawan memberikan janji-janji kepada masyarakat di luar kewenangannya.
  4. Tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengarah kepada diskriminasi masyarakat berdasar suku, agama, ras dan antar golongan.

 

Etika Perusahaan dengan Media Massa

Len menjadikan media massa sebagai mitra dan alat promosi untuk membangun citra yang baik dengan:

  1. Memberikan informasi yang relevan dan berimbang kepada media massa.
  2. Menerima dan menindaklanjuti kritik-kritik membangun yang disampaikan melalui media massa, namun tetap memperhatikan aspek risiko dan biaya.
  3. Mengundang media massa untuk mengekspose berita tentang Perusahaan.

 

Etika Perusahaan mengenai keterbukaan dan kerahasiaan informasi

Perusahaan berkomitmen untuk mengungkapkan informasi bersifat material yang penting dalam pengambilan keputusan kepada pihak berkepentingan.

Pengungkapan informasi material dan relevan tentang perusahaan kepada stakeholders perusahaan merupakan hal penting untuk penerapan transparansi dan pembentukan citra yang baik bagi perusahaan. Namun informasi yang berakibat menurunkan daya saing perusahaan tidak diperkenankan untuk diungkapkan.

 

Etika Perusahaan dengan Organisasi Profesi

Len menjalin kerjasama yang baik dan berkelanjutan dengan organisasi profesi untuk memperoleh informasi perkembangan bisnis, mendapatkan peluang bisnis dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi dengan:

  1. Menerapkan standar-standar yang ditetapkan organisasi profesi.
  2. Memberikan perlakuan yang setara terhadap organisasi profesi.

 

____________________________________________________

STANDAR TATA PERILAKU

 

Persamaan dan Penghormatan pada Hak Asasi Manusia

  1. Hak asasi manusia adalah suatu yang bersifat universal. Len senantiasa mendorong usaha-usaha untuk menjamin terpenuhinya hak asasi manusia.
  2. Len berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kegiatan operasi perseroan tidak melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia dan masyarakat sekitar.

 

Etika Kerja Sesama InsanLen

Etika kerja antar sesama InsanLen dilandasi dengan:

  1. Bekerja profesional dan sadar biaya untuk menghasilkan kinerja yang optimal.
  2. Jujur, sopan dan tertib.
  3. Saling menghargai, terbuka menerima kritik dan saran serta menyelesaikan masalah denganmusyawarah mufakat.
  4. Saling membantu, memotivasi dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas.
  5. Mengkomunikasikan setiap ide baru dan saling mentransfer pengetahuan dan kemampuan.
  6. Mengambil inisiatif dan mengembangkan kompetensi dalam melaksanakan tugas.
  7. Berani mendiskusikan kebijakan yang kurang tepat untuk melakukan koreksi yang konstruktif secara santun.
  8. Menghargai perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan.

 

 

Menjaga Kerahasiaan Data dan Informasi Perusahaan

Insan Len memanfaatkan data dan informasi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah perusahaan dan pengambilan keputusan dengan cara:

  1. Menggunakan sistem keamanan data yang memadai.
  2. Memberikan informasi yang relevan dan proporsional kepada stakeholders dengan tetap mempertimbangkan kepentingan perusahaan.
  3. Menghindari penyebarluasan data dan informasi kepada pihak lain yang tidak berkepentingan baik selama bekerja maupun setelah berhenti bekerja.
  4. Menyerahkan semua data yang berhubungan dengan perusahaan pada saat berhenti bekerja.
  5. Menjaga kerahasiaan informasi tentang pelanggan.

 

Menjaga Aset Perusahaan

Insan Len  mengoptimalkan penggunaan Aset perusahaan dengan cara:

  1. Bertanggung jawab atas pengelolaan aset perusahaan dan menghindarkan penggunaannya diluar kepentingan perusahaan.
  2. Mengamankan harta perusahaan dari kerusakan dan kehilangan.
  3. Melakukan penghematan pemakaian energi.

 

Penghormatan atas hak kekayaan intelektual

  1. Insan Len wajib menghormati hak kekayaan intelektual pihak lain karena setiap penggunaan yang tidak sah atas hak milik intelektual orang lain dapat mengakibatkan Len menanggung gugatan hukum dan ganti rugi;
  2. Setiap insan Len harus berpartisipasi secara aktif untuk melindungi hak atas kekayaan intelektual milik Len;

 

Menjaga Keamanan dan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan

Insan Len menjadikan keamanan dan K3L sebagai bagian dari budaya kerja untuk menciptakan suasana kerja yang tertib, aman, handal, nyaman dan berwawasan lingkungan dengan cara:

  1. Len berkomitmen untuk mencapai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Perseroan (K3LH) yang tinggi;
  2. Pencapaian standar yang tinggi atas implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Perseroan tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh Insan Len.

 

Mencatat Data dan Pelaporan

Insan Len mengelola data secara rapi, tertib, teliti, akurat dan tepat waktu dengan cara:

  1. Mencatat data dan menyusun laporan berdasarkan sumber yang benar dan dapatdipertanggungjawabkan.
  2. Menyajikan laporan secara singkat, jelas, tepat, komunikatif untuk dipergunakan dalam pengambilan keputusan dan sebagai umpan balik guna perbaikan kinerja.
  3. Tidak menyembunyikan data dan laporan yang seharusnya disampaikan.

 

Benturan Kepentingan

  1. Benturan kepentingan adalah situasi di mana Insan Len karena kedudukan dan wewenang yang dimilikinya dalam Perseroan, mempunyai kepentingan pribadi yang dapat mempengaruhi pelaksanaan tugas yang diamanatkan oleh Perseroan secara obyektif. Benturan kepentingan timbul karena adanya perbedaan antara kepentingan ekonomis pribadi atau keluarga dengan kepentingan ekonomis Perseroan;
  2. Setiap Insan Len harus menghindarkan diri dari tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan benturan kepentingan dengan Perseroan, seperti menerima hadiah atau manfaat (termasuk segala bentuk penyuapan dan kick back), menyalahgunakan sumber daya atau pengaruh Len sehingga dapat mendiskreditkan nama baik dan reputasi Len, memanfaatkan aset Persero untuk kepentingan pribadi, melakukan pekerjaan dimana Insan Len dapat terdorong untuk melakukan pekerjaan tersebut selama jam kerja aktif Len atau menggunakan peralatan atau material dari Len terlibat dalam pengelolaan perseroan pesaing dan lain-lain;
  3. Len menghormati hak dari setiap Insan Len untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan keuangan, usaha maupun kegiatan lain yang sah diluar pekerjaan Insan Len dengan syarat bahwa kegiatan tersebut harus sah dan bebas dari benturan kepentingan dengan tanggung jawab mereka sebagai Insan Len;
  4. Insan Len berkewajiban untuk mengungkapkan atas setiap keterlibatannya dalam kegiatan keuangan, kegiatan usaha maupun kegiatan lain diluar pekerjaannya di Len kepada atasan langsung dan Unit Kerja Human Capital ;
  5. Direksi, komisaris dan pejabat setingkat di bawah Direksi wajib melaporkan kepada instansi yang berwengang sesuai dengan peraturan yang berlaku tentang kegiatan yang dilakukannya atau dilakukan keluarganya yang dapat menimbulkan benturan kepentingan dengan Perseroan;
  6. Pengertian keluarga adalah hubungan keluarga yang terjadi karena keturunan atau perkawinan sampai dengan derajat kedua baik secara horizontal maupun vertikal. Yang dimaksud dengan hubungan karena keturunan adalah orang tua, anak, kakek, nenek, cucu, saudara langsung dan saudara kandung dari orang tua. Yang dimaksud dengan hubungan karena perkawinan adalah suami atau istri, suami dan istri dari cucu dan saudara ipar beserta suami atau istrinya.

 

 

Pembayaran Tidak Wajar

  1. Insan Len dilarang untuk menawarkan dan atau memberikan sesuatu yang berharga untuk memperoleh suatu keuntungan yang tidak wajar atau perlakuan istimewa dalam melakukan penjualan atas barang atau pemberian jasa atau melakukan transaksi keuangan kepada pejabat Pemerintah atau pihak-pihak di luar Len;
  2. Kebijakan Pembayaran Tidak Wajar mengatur standar etika dan praktek Len mengenai pembayaran khusus dan sumbangan politis, baik kepada pejabat Pemerintah maupun pihak-pihak di luar Len;
  3. Len tidak mentolerir praktek-praktek yang tidak memenuhi kebijakan ini. Len akan memproses lebih lanjut pelanggaran atas kebijakan ini sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

 

Hadiah dan Hiburan

  1. Penerimaan dan pemberian hadiah, hiburan atau bantuan dalam pekerjaan, akan dapat menyebabkan benturan kepentingan serta turunnya kepercayaan publik terhadap integritas Perseroan;
  2. Insan Len dilarang menerima atau memberikan hadiah baik bentuk uang maupun barang atau segala bentuk hiburan dalam kondisi yang dapat menimbulkan pandangan ketidakwajaran;
  3. Len menetapkan standar etika yang mengatur secara khusus mengenai penerimaan dan pemberian hadiah atau hiburan dari pihak ketiga di luar Perseroan.

 

Penyalahgunaan Narkotika dan Obat Terlarang (Narkoba) dan Minuman Keras (Miras)

Insan Len bebas dari penyalahgunaan narkoba dan miras.

 

 

Aktivitas Politik

Insan Len bersikap netral terhadap semua partai politik dengan cara:

  1. Tidak menggunakan fasilitas Perusahaan untuk kepentingan golongan/partai politik tertentu.
  2. Tidak merangkap jabatan sebagai pengurus partai politik dan/ atau anggota legislatif.
  3. Tidak membawa, memperlihatkan, memasang, serta mengedarkan simbol, gambar dan ornamen partai politik di lingkungan Perusahaan.

 

Perdagangan Internasional

Sebagai Perseroan yang mempunyai visi untuk menjadi perseroan elektronika kelas dunia, Len selalu berusaha untuk menghormati segala ketentuan hukum dan peraturan internasional yang berkaitan dengan perdagangan internasional, termasuk masalah perjanjian, transaksi perdagangan dan kerjasama strategis.