" /> Capaian & Prospek Usaha | PT Len Industri (Persero)

Capaian & Prospek Usaha

Tindak lanjut atas gencarnya pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah dalam bidang transportasi memberikan angin segar terhadap peluang pertumbuhan pasar untuk, khususnya lini bisnis transportasi. Terealisasinya sinergi antar BUMN selama tahun 2018 mulai memperkuat kekompakan serta keselarasan dalam mendukung program pembangunan infrastruktur. Ini tercermin dari kesuksesan penyelesaian proyek-proyek strategis secara tepat waktu (LRT Sumatera Selatan dan Sky Train Bandara Soekarno Hatta) dan menjadi tonggak dimulainya peluang tindak lanjut kerjasama untuk penyelesaian proyek sejenis di wilayah kota besar lainnya maupun di tingkat regional.

 

Penjajakan pasar regional dalam bidang Transportasi Perkeretaapian telah dilakukan melalui Sinergi BUMN untuk mengeksekusi proyek bersama meliputi negara Myanmar dan Philipina. Sinergi direalisasikan dengan pembentukan IRDC (Indonesia Railway Development Consortium) yang terdiri dari Len, Waskita, Inka, dan KAI.

 

Terealisasinya Sinergi BUMN selama tahun 2018 dalam mendukung program pembangunan infrastruktur yang tercermin dari kesuksesan penyelesaian proyek strategis secara tepat waktu. Percepatan progres proyek dengan sistem manajemen proyek yang baik atas penyelesaian proyek-proyek yang dijalankan sehingga dapat memberikan kontribusi pendapatan yang dapat melampaui targetnya. upaya penetrasi pasar dalam bidang Teknologi Informasi dan komunikasi selama tahun 2018 masih terus digalakkan. Terutama atas penawaran produk-produk financial technology baik melalui skema managed service maupun penjualan (harga, service level) menjadi hal utama untuk memenangkan persaingan).

 

Keikutsertaan perusahaan dalam proyek pembangunan fasilitas bandara melalui sinergi BuMN memberikan kontribusi yang positif dalam pertumbuhan kinerja lini bisnis Sistem Navigasi.

 

Optimisme atas peluang pertumbuhan pasar infrastruktur pada tahun 2019 menjadi pijakan perusahaan dalam mengembangkan skala Bisnis perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya. Ketergantungan kepada pasar APBN diimbangi dengan penjajakan terhadap pasar-pasar Non APBN melalui ekspansi kepada pasar regional (bidang Renewable Energy dan Railway Transportation), sinergi antara BUMN, kerja sama produksi dengan menjadi bagian global supply chain dari vendor berpredikat unggul (bidang Railway Transportation, Defense Electronics, ICT –Financial Technology), pengembangan model bisnis kreatif (konsep terpadu, solusional dan berbasis teknologi maju) serta pengembangan pasar retail atas produk manufaktur yang bersertifikasi. Ketepatan waktu delivery baik penyelesaian proyek maupun produk merupakan kunci utama dalam upaya meningkatkan predikat perusahaan yang mampu dan terpercaya, sehingga perlu didukung oleh proses bisnis yang adaptif dan lincah.